PROFESIONAL GURU MELALUI BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH PADA SMA NEGERI 1 TAKENGON | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PROFESIONAL GURU MELALUI BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH PADA SMA NEGERI 1 TAKENGON


Pengarang

Bardan Sahidi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1009200050071

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pendidikan., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.12

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur stabilitas suatu organisasi pendidikan adalah kemampuan profesional guru. Faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan guru, antara lain komitmen kerja dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profesional guru melalui budaya organisasi sekolah pada SMA Negeri I Takengon. Pertanyaan penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah profesional guru melalui sosialisasi kebijakan/peraturan dan sistem koordinasi sekolah, (2) bagaimanakah profesional guru melalui pola pembinaan disiplin, (3) bagaimanakah profesional guru melalui sistem pemberian motivasi, dan (4) apa saja yang menjadi faktor penghambat profesional guru pada SMA Negeri 1 Takengon. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu, kepala sekolah, dan semua guru yang mengajar pada SMAN 1 Takengon. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yaitu analisis kualitatif dengan prosedur atau langkah-langkah berupa reduksi data, display data, dan mengambil kesimpulan serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sosialisasi peraturan/kebijakan sekolah sudah berjalan dengan baik dan sistem koordinasi yang dilakukan di sekolah juga sudah optimal, (2) profesional guru melalui pembinaan kedisiplinan sejalan antara sosialisasi yang dilakukan dengan tindakan-tindakan terhadap pelanggar, (3) profesional guru melalui sistem motivasi berjalan maksimal yakni dengan melakukan beberapa kegiatan, seperti memberikan upah/gaji tetap sesuai keputusan pemerintah dan pemberian tunjangan-tunjangan lain, dan (4)faktor penghambat profesional guru, meliputi: a) komunikasi guru kurang lancar, b) rendahnya disiplin, dan c) rendahnya keterlibatan komite dalam pengambilan keputusan.

Kata Kunci : Profesional Guru dan Budaya Organisasi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK