<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705435">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK PENGERINGAN DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.)RNSEBAGAI BUBUK HERBAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WAHYU SYAHPUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
&#13;
	Daun murbei (Morus alba L.) yang memiliki kandungan metabolit sekunder dan bioaktif penting bagi kesehatan, salah satunya sebagai bahan teh herbal. Daun murbei diketahui memiliki manfaat dalam menurunkan gula darah, mengatasi batuk, hipertensi, serta bersifat antioksidan. Namun, pengolahan daun murbei menjadi produk herbal memerlukan proses pengeringan yang tepat, karena suhu pengeringan sangat mempengaruhi kadar air, warna, serta kualitas senyawa bioaktif. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap karakteristik simplisia dan bubuk daun murbei, sehingga dapat diperoleh kondisi optimal yang menghasilkan produk berkualitas tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan karakteristik pengeringan daun murbei berdasarkan suhu pengeringan dan menentukan karakteristik fisik simplisia dan bubuk daun murbei berdasarkan suhu pengeringan.&#13;
	Adapun penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Pasca Panen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada bulan Mei – Juli 2025. Daun murbei berasal dari fakultas pertanian. Daun yang diambil sebanyak 100 gr selama 9 hari dipanen pada waktu pagi hari. Pengeringan dilakukan menggunakan alat pengering kabinet (tipe rak) dengan 3 variasi suhu yaitu 40°C,50°C dan 60°C dengan 3 ulangan. Adapun beberapa parameter utama dalam pengeringan yaitu suhu pengeringan, waktu pengeringan, kecepatan aliran udara,  kelembaban relatif udara, jenis dan ketebalan bahan. Analisa data yang dihitung yaitu laju pengeringan, rasio kadar air, rendemen pengeringan, penurunan kadar air, kadar air,rasio rehidrasi, perubahan warna, densitas curah, kadar air akhir.&#13;
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengeringan daun murbei dipengaruhi oleh variasi suhu, di mana kadar air awal sebesar 60–70% dapat diturunkan hingga 4–5% sesuai standar simplisia herbal. Laju pengeringan tertinggi terjadi pada suhu 60°C, namun suhu menengah 40–50°C lebih mampu menjaga rendemen (32,9–42,5%) dan rasio rehidrasi (1,80–2,13%) agar bubuk tetap berkualitas. Analisis rasio kadar air (MR) memperlihatkan penurunan konsisten hingga mendekati nol, dengan laju tercepat pada suhu 60°C meskipun berisiko menurunkan mutu simplisia. Sementara itu, densitas curah bubuk daun murbei relatif stabil pada semua perlakuan, yaitu 0,485 g/cm³ (40°C), 0,471 g/cm³ (50°C), dan 0,500 g/cm³ (60°C), yang menunjukkan kualitas fisik baik untuk penyimpanan. Secara keseluruhan, suhu 50°C direkomendasikan sebagai kondisi optimum karena mampu menyeimbangkan kecepatan pengeringan, rendemen, rasio rehidrasi, warna, serta densitas curah bubuk.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705435</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 11:58:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 12:02:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>