<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705427">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DESAIN DAN KINERJA SETTLING POND PIT 4 PT BARA ENERGI LESTARI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wulan Dary</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengelolaan air tambang merupakan aspek penting dalam kegiatan pertambangan karena berhubungan langsung dengan upaya pencegahan pencemaran lingkungan dan pemenuhan standar baku mutu air. Salah satu fasilitas utama yang digunakan adalah settling pond, yaitu kolam pengendapan yang dirancang untuk menurunkan kadar sedimen tersuspensi sebelum air dibuang ke badan penerima. Sesuai ketentuan KEPMEN ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018, settling pond diwajibkan memiliki kapasitas minimum sebesar 1,25 kali volume air tambang pada kondisi curah hujan tertinggi selama periode 84 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain dan kinerja settling pond yang berada di Pit 4 PT Bara Energi Lestari, menilai kesesuaiannya terhadap ketentuan teknis yang berlaku, serta mengevaluasi efektivitas pengendapan sedimen pada setiap unit settling pond. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data curah hujan maksimum tahunan periode 2014–2023 menggunakan Automatic Weather Station (AWS) dan ombrometer sebagai instrumen pembanding untuk meningkatkan akurasi data. Data dianalisis dengan distribusi Log Pearson Tipe III untuk memperoleh curah hujan rencana pada periode ulang 2 dan 5 tahun. Intensitas hujan dihitung menggunakan persamaan Mononobe, kemudian debit limpasan ditentukan melalui persamaan rasional berdasarkan luas catchment area. Selanjutnya, kapasitas aktual masing-masing settling pond dibandingkan dengan kapasitas rencana sesuai standar, serta ditinjau dari segi persentase efisiensi pengendapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya Settling Pond 06 yang memenuhi standar kapasitas minimal dengan waktu retensi lebih dari tiga hari (84 jam), sedangkan Settling Pond 04, 05, dan 07 memiliki waktu retensi antara 12 hingga 18 jam sehingga belum memenuhi standar. Rata-rata efisiensi pengendapan mencapai 94%, menandakan kinerja pengendapan tergolong baik meskipun kapasitas sebagian kolam masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, disarankan adanya optimasi desain dan peningkatan kapasitas tampung agar sistem settling pond dapat berfungsi lebih efektif dalam mengendalikan kualitas air tambang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705427</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 11:42:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 11:44:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>