<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705417">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KERAMIK BERPORI BERBASIS ZEOLIT ALAM DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI FILTER AIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wina Wilya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi zeolit alam dan arang tempurung kelapa terhadap sifat fisis, Total Dissolved Solids (TDS), dan Scanning Electron Microscope (SEM). Pada keramik berpori sebagai filter air, sampel dibuat dengan variasi komposisi zeolit: arang tempurung kelapa sebesar 100:0, 90:10, 80:20, 70:30, dan 60:40 (% wt) dan media air sebanyak 15 mL sebagai perekat. Zeolit dan arang tempurung kelapa dihancurkan, kemudian dilakukan proses pengeringan arang pada suhu 50°C selama 24 jam, diayak hingga lolos ayakan 100 mesh. Campuran bahan dicetak berbentuk silinder berdiameter 32 mm dan tinggi 15 mm, kemudian dikeringkan kembali pada suhu 50°C selama 24 jam. Setelah itu dilakukan proses sintering pada suhu 900°C selama 4 jam untuk membentuk struktur keramik berpori. Pengujian meliputi sifat fisis (susut kering, susut bakar, densitas, dan porositas dan laju aliran air), kemudian uji TDS terhadap air kran dan air limbah tahu, serta analisis morfologi pori menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komposisi arang tempurung kelapa menurunkan densitas dan meningkatkan porositas serta laju aliran air pada keramik berpori. Komposisi 60:40 % wt menghasilkan porositas tertinggi sebesar 40%, densitas terendah 1,02 g/cm³, dan laju aliran air tertinggi 0,792 mL/detik yang masih berada dalam standar Potters for Peace (0,28–0,83 mL/detik). Uji TDS menunjukkan penurunan dari 328 ppm menjadi 163 ppm pada air kran (50,30%) dan dari 1037 ppm menjadi 541 ppm pada air limbah tahu (47,83%). Analisis SEM memperlihatkan peningkatan jumlah pori akibat pembakaran karbon selama proses sintering pada suhu tinggi yang memperluas permukaan filtrasi. Dengan demikian, keramik berpori berbasis zeolit alam dan arang tempurung kelapa berpotensi sebagai media filtrasi air yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas air bersih.&#13;
&#13;
Kata kunci: Zeolit alam, arang tempurung kelapa, keramik berpori, filtrasi air, sintering, TDS.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705417</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 11:29:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 11:33:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>