<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705411">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN METODE FUZZY SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (FSAW) DENGAN PEMBOBOTAN ROC DAN AHP UNTUK PERANGKINGAN TINGKAT KEMISKINAN (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>DATA KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syamila Khaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemiskinan merupakan permasalahan utama di negara berkembang yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan pembangunan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kombinasi metode Fuzzy Simple Additive Weighting (FSAW) dengan pembobotan Rank Order Centroid (ROC) dan Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam menentukan peringkat tingkat kemiskinan pada 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan empat kriteria, yaitu Angka Harapan Hidup (AHH), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Pengeluaran Perkapita, dan Jumlah Penduduk. Analisis sensitivitas dilakukan dengan variasi bobot ±0.05, ±0.1, dan ±0.15 untuk menguji stabilitas hasil perangkingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kombinasi FSAW-ROC maupun FSAW-AHP menghasilkan enam kabupaten/kota termiskin yang sama, yaitu Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Jaya, dan Subulussalam. Namun, analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa metode FSAW-AHP lebih stabil dengan persentase perubahan peringkat sebesar 5.07%  dibandingkan FSAW-ROC yang mencapai 8.70%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode FSAW-AHP lebih sesuai digunakan untuk pengambilan keputusan dalam penentuan prioritas penanganan kemiskinan di Provinsi Aceh.&#13;
Kata kunci: Kemiskinan, Fuzzy SAW, ROC, AHP, Analisis Sensitivitas&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705411</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 11:14:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 11:23:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>