ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KASUS MATTY HEALY DI MALAYSIA PADA PORTAL BERITA BBC.COM DAN MALAYSIAKINI.COM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KASUS MATTY HEALY DI MALAYSIA PADA PORTAL BERITA BBC.COM DAN MALAYSIAKINI.COM


Pengarang

Sulthan Alghivari - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novi Susilawati - 198911162019032018 - Dosen Pembimbing I
Maini Sartika - 198105012023212017 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1910102010070

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ilmu Komunikasi., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pasca pandemi, industri hiburan kembali bangkit, ditandai dengan digelarnya berbagai festival musik, termasuk Good Vibes Festival di Malaysia. Namun, edisi tahun 2023 menjadi kontroversial akibat aksi vokalis The 1975, Matty Healy, yang memprotes kebijakan anti-LGBT di Malaysia. Aksi tersebut berujung pada pembatalan festival dan larangan tampil kembali bagi The 1975. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kasus ini diberitakan oleh dua media, BBC.com dan Malaysiakini.com, menggunakan model analisis framing dari Robert N. Entman, yang meliputi empat elemen: define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation serta menggunakan teori Agenda Setting untuk memahami peran media dalam membentuk perhatian publik. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan sumber utama berupa teks berita yang terbit antara Juli 2023 hingga Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBC membingkai insiden ini sebagai benturan antara kebebasan berekspresi dan hukum represif negara terhadap LGBTQ+, sementara Malaysiakini melihatnya sebagai pelanggaran norma sosial dan hukum lokal. Dalam mendiagnosis penyebab, BBC menyalahkan kebijakan diskriminatif Malaysia dan memandang aksi Healy sebagai aktivisme, sedangkan Malaysiakini menyalahkan pihak band karena tidak menghormati aturan setempat. BBC memberi penilaian moral positif terhadap Healy dengan menyoroti aspek aktivisme, sementara Malaysiakini menilai tindakannya provokatif dan merugikan komunitas LGBT lokal. Terkait solusi, BBC menyerukan solidaritas internasional dan advokasi HAM, sementara Malaysiakini mendorong penegakan hukum dan kehati-hatian dalam mengundang artis luar. Perbedaan ini mencerminkan ideologi, budaya, dan kepentingan media masing-masing, serta menunjukkan bagaimana media membentuk realitas sosial sesuai agendanya. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian komunikasi massa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi media dalam memahami bias pemberitaan. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pemahaman masyarakat dalam menilai dinamika pemberitaan global dan lokal atas isu hak asasi manusia serta kebebasan berekspresi. Penelitian semacam ini penting untuk mendorong dialog yang lebih terbuka dan adil dalam ruang publik digital yang terus berkembang.

Kata Kunci: Framing, Robert N. Entman, Agenda Setting, LGBT, BBC, Malaysiakini.

ABSTRAC Post-pandemic, the entertainment industry has experienced a resurgence, marked by the return of major music festivals, including the Good Vibes Festival in Malaysia. However, the 2023 edition sparked controversy due to the actions of The 1975’s lead singer, Matty Healy, who protested Malaysia’s anti-LGBT policies during the event. This protest led to the festival’s cancellation and a subsequent ban on the band from performing in the country again. This study aims to analyze how the incident was framed by two media outlets, BBC.com and Malaysiakini.com, using Robert N. Entman's framing analysis model, which includes four key elements: define problems, diagnose causes, make moral judgment, and treatment recommendation. Additionally, the Agenda Setting theory is applied to understand how media directs public attention toward certain issues. This research is qualitative and descriptive in nature, with primary data consisting of news articles published between July 2023 and July 2024. The findings reveal that BBC framed the incident as a clash between freedom of expression and the country's repressive laws against the LGBTQ+ community, whereas Malaysiakini framed it as a violation of local norms and legal standards. In diagnosing causes, BBC attributed the issue to Malaysia's discriminatory policies and portrayed Healy’s actions as a form of activism. Conversely, Malaysiakini held the band responsible for disregarding local laws and cultural context. In making moral judgments, BBC presented Healy’s protest in a positive light, highlighting its progressive activism, while Malaysiakini criticized it as provocative and harmful to the local LGBT community. Regarding solutions, BBC emphasized international solidarity and human rights advocacy, while Malaysiakini stressed legal enforcement and caution in inviting international artists. These differences reflect the ideological, cultural, and political orientations of each media outlet and illustrate how media constructs social reality in line with its agenda. This research contributes to mass communication studies and raises awareness about media literacy and the importance of critically evaluating news bias. Furthermore, it enhances public understanding of the global and local dynamics in reporting human rights and freedom of expression issues. Such studies are essential in fostering more open and equitable dialogue in an increasingly digital public sphere. Keywords: Analysis, Robert N. Entman, Agenda Setting, LGBT, BBC, Malaysiakini.

Citation



    SERVICES DESK