<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705327">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS UNSUR TANAH TAMBAK PADA PEMBUATAN GARAM TRADISIONAL DI DESA CEBREK KABUPATEN PIDIE  DENGAN METODE LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Aqil Kamil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh merupakan salah satu daerah penghasil garam yang masih mempertahankan metode tradisional dengan memanfaatkan penyaringan tanah tambak. Tanah tambak merupakan tanah pasir yang berfungsi sebagai media kristalisasi dalam proses penguapan air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur penyusun serta menentukan konsentrasi masing-masing unsur pada tanah tambak kering (sebelum penyaringan) dan tanah tambak basah (hasil penyaringan) yang digunakan dalam produksi garam tradisional. Sampel diperoleh dari Desa Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, sebanyak empat sampel yang terdiri atas dua tanah kering dan dua tanah basah dari dua lokasi tambak berbeda. Analisis dilakukan menggunakan metode Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis spektrum emisi dan kuantitatif menggunakan Calibration-Free LIBS (CF-LIBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung unsur O, Na, Cl, K, Ca, Mg, Fe, Al, Si, H, N, P, Mn, Zn, Cr, Sr, dan C, dengan pola spektrum relatif serupa namun konsentrasi berbeda. Unsur utama penyusun garam, yaitu Na, Cl, K, Ca, dan Mg, terdeteksi lebih tinggi pada tanah kering, dengan konsentrasi 22,16% di lokasi A dan 19,69% di lokasi B, dibandingkan tanah basah sebesar 13,49% di lokasi A dan 12,34% di lokasi B. Perbedaan ini menunjukkan bahwa sebagian unsur garam larut selama penyaringan, sehingga tanah kering dapat digunakan dalam produksi garam. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi garam tradisional serta memperkaya literatur mengenai penerapan LIBS pada analisis tanah tambak.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Tanah tambak, garam tradisional, LIBS, CF-LIBS&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705327</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 20:46:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 09:40:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>