<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705313">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN AKURASI ALGORITMA JEAN MEEUS DAN METODE HISAB MUHAMMADIYAH DALAM PENENTUAN AWAL WAKTU SALAT DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024 - 2025</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AUFANNISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penentuan awal waktu salat merupakan aspek penting dalam ibadah umat Islam yang ditetapkan berdasarkan posisi matahari. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai metode hisab astronomi digunakan untuk memperoleh hasil yang lebih presisi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi antara algoritma Jean Meeus dan metode hisab Muhammadiyah dalam penentuan awal waktu salat di Kota Banda Aceh tahun 2024-2025. Data penelitian diperoleh melalui perhitungan astronomi menggunakan kedua metode, kemudian dibandingkan dengan jadwal resmi Kementerian Agama Republik Indonesia. Evaluasi akurasi dilakukan dengan pendekatan Mean Absolute Error (MAE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Jean Meeus menghasilkan waktu salat lebih presisi dengan nilai MAE 0 menit pada semua jadwal salat. Sementara itu, metode hisab Muhammadiyah memiliki MAE yang sedikit bervariasi yaitu 1 menit pada waktu subuh, ashar, dan isya, sedangkan pada waktu salat zuhur, maghrib, dan terbit matahari cukup presisi dengan nilai MAE 0 menit. Secara umum, kedua metode menunjukkan hasil yang cukup dekat dengan jadwal resmi, namun algoritma Jean Meeus terbukti lebih stabil dan akurat. Dengan demikian, keduanya dapat dijadikan acuan dalam penentuan awal waktu salat, khususnya di Kota Banda Aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci: waktu salat, algoritma Jean Meeus, hisab Muhammadiyah, Mean Absolute Error (MAE), Banda Aceh&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705313</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 18:26:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 09:45:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>