<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705311">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PENGGUNAAN FUNGSI GAMMA DAN FUNGSI BETA DALAM MENYELESAIKAN INTEGRAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHEL RESKYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Integral merupakan salah satu konsep penting dalam kalkulus, terutama integral tak wajar yang memiliki batas tak hingga atau fungsi yang tidak terdefinisi di interval tertentu. Integral jenis ini sering muncul dalam berbagai permasalahan matematika maupun penerapan ilmu pengetahuan lain, sehingga diperlukan metode yang tepat untuk menyelesaikannya. Untuk mengatasi bentuk integral seperti ini, digunakan fungsi khusus, yaitu fungsi Gamma dan fungsi Beta. Kedua fungsi ini tidak hanya dapat diterapkan secara terpisah, tetapi juga memiliki keterkaitan matematis yang memungkinkan transformasi bentuk satu ke bentuk lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan serta keterkaitan antara fungsi Gamma dan fungsi Beta dalam menyelesaikan beberapa bentuk integral. Proses penyelesaian dilakukan melalui langkah substitusi dan transformasi bentuk integral agar sesuai dengan definisi salah satu fungsi, kemudian dihitung dengan memanfaatkan sifat-sifat serta hubungan di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi Gamma dan fungsi Beta dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan integral, khususnya integral tak wajar yang melibatkan fungsi eksponensial maupun logaritma, serta integral tentu yang mengandung fungsi trigonometri berpangkat. Metode integral biasa seperti substitusi dan parsial tetap menjadi dasar penting dalam proses penyelesaian. Namun, pada bentuk integral tertentu, integral dapat disesuaikan ke dalam bentuk fungsi Gamma atau Beta sehingga perhitungan menjadi lebih mudah, efisien, dan sistematis.&#13;
&#13;
Kata kunci: fungsi Gamma, fungsi Beta, keterkaitan fungsi, integral tak wajar, integral tentu.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INTEGRAL CALCULUS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GAMMA FUNCTIONS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BETA FUNCTIONS</topic>
 </subject>
 <classification>515.43</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705311</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 18:11:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 10:39:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>