KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM LEMBAGA LEGISLATIF DI KABUPATEN NAGAN RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM LEMBAGA LEGISLATIF DI KABUPATEN NAGAN RAYA


Pengarang

REZA MAULANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Aminah - 199211142019032015 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1910103010088

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

324.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rendahnya keterwakilan perempuan dalam Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya menjadi permasalahan utama yang mencerminkan masih kuatnya pengaruh budaya patriarki dan norma tradisional dalam masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana norma sosial dan budaya berkontribusi terhadap keterbatasan partisipasi perempuan di dunia politik lokal. Dalam kajiannya, penelitian ini menggunakan teori gender dari Connell (2002:33) yang menjelaskan bahwa relasi gender terbentuk secara sosial dan kultural melalui sistem patriarki, di mana laki-laki ditempatkan sebagai aktor dominan di ruang publik, sementara perempuan lebih sering diidentikkan dengan peran domestik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial, stereotip negatif, serta minimnya dukungan keluarga menjadi hambatan utama bagi perempuan untuk maju sebagai calon legislatif. Meskipun terdapat pergeseran pandangan di kalangan perempuan muda dan berpendidikan, perubahan tersebut belum merata, khususnya di wilayah pedesaan. Dengan demikian, rendahnya keterwakilan perempuan di DPRK Nagan Raya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor struktural politik, tetapi juga oleh norma sosial budaya yang mengakar. Transformasi nilai budaya, pendidikan kesetaraan gender, serta dukungan institusional menjadi faktor penting untuk meningkatkan keterlibatan politik perempuan secara berkelanjutan.

Kata kunci: keterwakilan perempuan, norma sosial budaya, politik lokal

The low representation of women in the Regional People’s Representative Council (DPRK) of Nagan Raya remains a major issue, reflecting the persistent influence of patriarchal culture and traditional norms within the local community. This study aims to analyze how social and cultural norms contribute to the limited participation of women in local politics. It employs Connell’s gender theory (2002:33), which explains that gender relations are socially and culturally constructed through a patriarchal system, positioning men as dominant actors in the public sphere while associating women with domestic roles. A qualitative approach was used, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that social pressure, negative stereotypes, and lack of family support are the main barriers preventing women from running as legislative candidates. Although some shifts in perception are occurring among younger and educated women, these changes are not yet widespread, particularly in rural areas. Therefore, the low representation of women in the DPRK Nagan Raya is not solely caused by political structural factors but also deeply rooted social and cultural norms. Cultural transformation, gender equality education, and institutional support are essential factors to sustainably enhance women’s political participation. Keywords: women’s representation, socio-cultural norms, local politics

Citation



    SERVICES DESK