<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705271">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POLA PEMANFAATAN HASIL PANEN OLEH PETANI PADI DI KECAMATAN SIMEULUE CUT, KABUPATEN SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUKU MUHAMMAD AL FURQAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agribisnis (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, merupakan salah satu sentra produksi padi yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Berdasarkan data BPS Aceh (2024), luas panen padi mencapai 6.518,52 hektar dengan produktivitas 39,59 kw/ha dan total produksi 25.805,55 ton pada tahun 2023. Meskipun produksinya cukup tinggi, sebagian besar petani di Simeulue masih berorientasi pada pola subsistensi, di mana sebagian besar hasil panen dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga dan hanya sebagian kecil yang dijual ke pasar. Kondisi ini menunjukkan bahwa orientasi ekonomi petani masih kuat dipengaruhi oleh kebutuhan pangan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pola pemanfaatan hasil panen oleh petani padi di Kecamatan Simeulue Cut, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam mengalokasikan hasil panen (subsistensi penuh atau semi-subsisten). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2025 di empat desa, yaitu Kuta Padang, Kuta Inang, Ujung Padang, dan Sibuluh, yang dipilih berdasarkan dua kriteria: jenis sawah (irigasi vs. tadah hujan) dan aksesibilitas terhadap pasar (dekat vs. jauh). Jumlah sampel sebanyak 76 responden ditentukan menggunakan teknik two-stage sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif dan regresi logistik biner.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pemanfaatan hasil panen oleh petani di Kecamatan Simeulue Cut masih didominasi oleh pola subsistensi penuh, yaitu sebanyak 55 orang (72,4%), sedangkan 21 orang (27,6%) lainnya menerapkan pola semi-subsisten. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik biner, diketahui bahwa terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pola pemanfaatan hasil panen, yaitu jumlah tanggungan keluarga, lama pendidikan, dan jumlah produksi. Jumlah tanggungan keluarga berpengaruh negatif, yang berarti semakin besar jumlah tanggungan, semakin tinggi kecenderungan petani mempertahankan hasil panen untuk konsumsi rumah tangga. Lama pendidikan berpengaruh positif, menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan petani, semakin besar peluang untuk menjual sebagian hasil panen. Jumlah produksi juga berpengaruh positif, artinya semakin banyak hasil panen yang diperoleh, semakin besar kecenderungan petani memilih pola semi-subsisten. Sementara itu, variabel luas lahan, jumlah tenaga kerja keluarga, akses terhadap pasar, akses terhadap teknologi, ketersediaan modal, dan jenis sawah tidak berpengaruh signifikan terhadap pola pemanfaatan hasil panen. Nilai Nagelkerke R² sebesar 0,767 menunjukkan bahwa model yang digunakan mampu menjelaskan 76,7% variasi keputusan petani dalam memanfaatkan hasil panen, sedangkan sisanya 23,3% dijelaskan oleh faktor lain di luar model, seperti budaya lokal, persepsi risiko, dan preferensi konsumsi rumah tangga.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - AGRICULTURAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - FOOD CORP</topic>
 </subject>
 <classification>338.173 18</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705271</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 16:29:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 10:52:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>