Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN PADI DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
Pengarang
RICO ALDIANSYAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1905102010113
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agribisnis (S1)., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
338.173 18
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis padi dalam ketahanan pangan dan status Kabupaten Aceh Barat Daya sebagai salah satu sentra produksi padi di Provinsi Aceh. Besarnya produksi padi menuntut sistem pemasaran yang efisien agar bagian harga yang diterima petani memadai. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi tipe saluran pemasaran padi pada desa-desa sampel, (2) menghitung margin pemasaran pada tiap saluran, dan (3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran padi di wilayah penelitian. Metode yang dipakai adalah survei deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan wawancara pada petani serta lembaga pemasaran (pengumpul dan pengecer), serta data sekunder dari instansi terkait. Analisis meliputi perhitungan margin pemasaran (Mp = Hk − Hp) dan efisiensi pemasaran (EP = (Total Biaya Pemasaran / Total Nilai Produk) × 100%).
Hasil menunjukkan adanya dua tipe saluran pemasaran yang dominan: saluran pendek (petani–pengumpul–konsumen) dan saluran panjang (petani–pengumpul–pengecer–konsumen). Margin pemasaran bervariasi antar desa dan saluran; nilai margin per saluran yang dicatat dalam penelitian berkisar dari Rp4.720,00/kg (terendah, Saluran II Desa Alue Peunawa) hingga Rp8.440,00/kg (tertinggi, Saluran I Desa Drien Jalo). Contoh nilai margin lain yang tercatat antara lain: Desa Ie Merah Saluran I Rp6.266,66/kg dan Saluran II Rp7.266,66/kg; Desa Kuala Terubu Saluran I Rp8.300,00/kg dan Saluran II Rp6.966,66/kg.
Analisis efisiensi pemasaran (EP) menunjukkan bahwa semua saluran yang dianalisis tergolong efisien menurut kriteria yang digunakan (EP 0–33% = efisien). Nilai EP per saluran berkisar dari sekitar 4,9% (paling efisien Saluran II Desa Ie Merah) hingga 9,3% (nilai EP terbesar di antara saluran yang dianalisis Saluran I Desa Lhung Gelumpang). Faktor utama yang memengaruhi perbedaan efisiensi antar saluran adalah besaran biaya pemasaran (penggilingan, pengeringan, pengemasan, tenaga kerja, dan transportasi) serta panjang rantai distribusi; saluran dengan biaya pemasaran lebih rendah dan jarak distribusi lebih pendek menunjukkan EP yang lebih baik.
Kesimpulannya, pemasaran padi di desa-desa sampel Kabupaten Aceh Barat Daya secara keseluruhan telah berjalan efisien, meskipun masih terdapat variasi margin antar desa dan saluran yang mencerminkan perbedaan biaya pemasaran dan struktur rantai pasok. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, direkomendasikan: (1) penguatan kelembagaan petani (koperasi/kelompok tani) untuk memperbaiki posisi tawar, (2) pengurangan biaya pemasaran melalui perbaikan infrastruktur (jalan usaha tani, fasilitas pengeringan/pengelolaan gabah), dan (3) peningkatan akses informasi pasar agar petani mendapat harga yang lebih menguntungkan.
This research is motivated by the strategic role of rice in food security and the status of Aceh Barat Daya Regency as one of the rice production centers in Aceh Province. The large amount of rice production requires an efficient marketing system so that the share of price received by farmers is sufficient. The objectives of this study are (1) to identify the types of rice marketing channels in the sample villages, (2) to calculate the marketing margins in each channel, and (3) to analyze the level of marketing efficiency of rice in the research area. The method used is a quantitative descriptive survey, with primary data collected through questionnaires and interviews with farmers and marketing institutions (collectors and retailers), as well as secondary data obtained from related institutions. The analysis includes the calculation of marketing margin (Mp = Hk − Hp) and marketing efficiency (EP = (Total Marketing Cost / Total Product Value) × 100%). The results show that there are two dominant types of marketing channels: short channels (farmer–collector–consumer) and long channels (farmer–collector–retailer–consumer). The marketing margins vary between villages and channels; the margin values per channel recorded in this study range from Rp4,720.00/kg (lowest, Channel II in Alue Peunawa Village) to Rp8,440.00/kg (highest, Channel I in Drien Jalo Village). Other examples of recorded margins include Ie Merah Village, Channel I at Rp6,266.66/kg and Channel II at Rp7,266.66/kg; and Kuala Terubu Village, Channel I at Rp8,300.00/kg and Channel II at Rp6,966.66/kg. The analysis of marketing efficiency (EP) shows that all the analyzed channels are classified as efficient according to the criteria used (EP 0–33% = efficient). The EP values per channel range from around 4.9% (most efficient, Channel II in Ie Merah Village) to 9.3% (highest EP among the analyzed channels, Channel I in Lhung Gelumpang Village). The main factors influencing differences in efficiency among channels are the magnitude of marketing costs (milling, drying, packaging, labor, and transportation) and the length of the distribution chain; channels with lower marketing costs and shorter distribution distances show better efficiency.
ANALISIS PEMASARAN PALA DI KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN (Faradila Febriani, 2016)
PERBANDINGAN EFISIENSI ANTARA METODE SRI DAN NON SRI DALAM USAHA TANI PADI SAWAH DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (Deza kasyfi, 2020)
ANALISIS PEMASARAN KENTANG DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (Maqfirah Van Tawar Niate, 2016)
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI PADI SAWAH DI KECAMATAN KUALA BATEE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (YUHARDI FATHURRAHMAN, 2016)
PENGARUH VARIABEL-VARIABEL PENYULUHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATENPIDIE JAYA (YUNIS, 2016)