<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705155">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKURASI SENSOR SOIL NPK DALAM MENDETEKSI UNSUR NITROGEN (N), PHOSPOR (P) DAN KALIUM (K) TERHADAP ANALISIS LABORATORIUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ELYA YUNITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknik Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
Nitrogen, phospor dan kalium merupakan unsur hara penting yang diperlukan &#13;
tanaman, sehingga penting untuk mengetahui kandungannya di dalam tanah sebelum praktik &#13;
pertanian. Untuk mengetahui kadar NPK biasanya digunakan metode analisis kimia di &#13;
laboratorium, namun metode itu memerlukan biaya yang mahal, waktu yang lama dan &#13;
kesulitan akses oleh petani. Kini teknologi seperti sensor soil NPK telah menjadi alternatif &#13;
dalam mendeteksi unsur hara NPK secara cepat, namun sebelum diaplikasikan secara luas &#13;
oleh petani sensor perlu diuji untuk memastikan bahwa nilai yang diperoleh sensor &#13;
mendekati nilai sebenarnya. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai sensor &#13;
dengan laboratorium sebagai data acuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis &#13;
hubungan antara data hasil sensor dengan hasil laboratorium dan menganalisis tingkat &#13;
akurasi sensor dalam mendeteksi unsur NPK. &#13;
Penelitian dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Besar yaitu Kuta Baro, &#13;
Blang Bintang, dan Darussalam pada bulan Agustus 2025. Setiap kecamatan diambil 4 &#13;
sampel tanah (2 sawah irigasi dan 2 sawah tadah hujan) secara acak sehingga total terdapat &#13;
12 sampel. Selanjutnya, sensor soil NPK ditancapkan pada titik sampel untuk memperoleh &#13;
data sensor di lapangan dan sampel tanah diambil menggunakan bor tanah pada kedalaman &#13;
0-20 cm. Sampel tanah dari setiap lokasi dianalisis di Laboratoriun Penelitian Tanah dan &#13;
Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Selanjutnya data dianalisis untuk &#13;
melihat hubungan keduanya dengan parameter nilai R² dan r serta tingkat akurasi sensor &#13;
berdasarkan parameter nilai RMSE dan MAPE. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 data berpasangan antara hasil sensor &#13;
dan hasil laboratorium diperoleh rata-rata nilai laboratorium unsur N= 716,67mg/kg, P= &#13;
441,67mg/kg, dan K= 1.733,33mg/kg. Rata-rata nilai sensor yang diperoleh untuk N= &#13;
348,42mg/kg, P= 215,39mg/kg, dan K= 331,47mg/kg. Analisis data laboratorium dan sensor &#13;
menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan keterkaitan hubungan linier yang kuat &#13;
dan bernilai positif atau searah. Pada unsur N diperoleh persamaan kalibrasi y = 4,3584x – &#13;
801,89 dengan R²= 0,8722 (sangat kuat), unsur P diperoleh persamaan y = 2,641x – 127,17  &#13;
dengan R²= 0,7069 (kuat) dan unsur K diperoelh persamaan y = 8,6959x – 1.149 dengan R²= &#13;
0,5949 (cukup). Nilai koefisien korelasi (r) unsur N= 0,9339 (sangat kuat), P= 0,8408 (sangat &#13;
kuat) dan K= 0,7713 (kuat). Tingkat akurasi sensor diperoleh dengan nilai RMSE unsur N= &#13;
413,45mg/kg, P= 239,36mg/kg dan K= 1.956,97mg/kg. Nilai MAPE pada unsur N= 48,71% &#13;
(cukup), P= 50,13% (rendah), dan K= 70,03% (rendah). Hal ini menunjukkan bahwa sensor &#13;
belum cukup akurat digunakan untuk memprediksi kadar NPK total dalam tanah jika tidak &#13;
dilakukan kalibrasi. Namun, setelah dilakukan kalibrasi menggunakan persamaan garis &#13;
regresi untuk mengkoreksi data sensor agar nilai prediksi lebih mendekati nilai aktual, &#13;
diperoleh tingkat akurasi sensor meningkat dengan nilai MAPE unsur N= 8,63% (tinggi), &#13;
P= 10,22% (baik), dan K= 42,45% (cukup). Hal ini menunjukkan bahwa kalibrasi pada data &#13;
sensor perlu dilakukan untuk mengkoreksi hasil prediksi sehingga hasilnya lebih mendekati &#13;
nilai aktual sesuai dengan kondisi di lapangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705155</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 12:51:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 14:56:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>