<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705107">
 <titleInfo>
  <title>PERAN SAYAP PARTAI PUTROE ACEH DALAM MENINGKATKAN REPRESENTASI POLITIK PEREMPUAN DI DPRA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Azzah nazhifah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Partai Aceh selama ini didominasi oleh laki laki dari satu periode ke periode berikutnya, uniknya partai ini memiliki sayap perempuan yang resmi, yaitu Putroe Aceh. Fakta ini menimbulkan isu mendalam terkait partai lokal yang sedang naik daun, dengan ruang internal bagi perempuan, justru memiliki representasi perempuan yang sangat minim di DPRA. Tujuan dari penelitian ini mengetahui kendala dan upaya putroe Aceh dalam meningkatkan keterpilihan perempuan pada legislatif. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, mencari dan menganalisis data melaui hasil wawancara, pengamatan dan dokumen. Penelitian ini menggunakan teori John F. Kennedy Affirmative Action. Adapun hasil penelitian yang di dapatkan adalah Putroe Aceh belum berperan dalam meningkatkan representrasi politik perempua di DPRA, Putroe Aceh meski sudah terbentuk belum berperan secara substansial dalam membangun kesadaran politik perempuan, Pada faktanya partai politik hanya menjadikan sayap partai perempuan sebagai pelengkap dan simbolisasi politik. Padahal, seharusnya sayap khusus ini dimanfaatkan sebagai platform strategis untuk memperluas representasi perempuan di legislatif lewat edukasi, kaderisasi, dan dukungan nyata selama proses pencalonan serta kampanye. Untuk mengubahnya, diperlukan kolaborasi antara individu partai dan putroeaceh, kemudian adanya wewenang bagi putroe aceh dalam ikut serta pengambilan keputusan partai , institusi adat, dan aktivis perempuan yang terus menekan agar syarat keadilan gender bukan sekadar wacana, tetapi diwujudkan dalam susunan politik Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705107</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 11:56:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 12:21:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>