KARAKTERISASI MORFOAGRONOMI, FISIOLOGI DAN HASIL TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) BERBASIS GEOSPASIAL DI KAWASAN PESISIR TIMUR DAN DATARAN TINGGI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

KARAKTERISASI MORFOAGRONOMI, FISIOLOGI DAN HASIL TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) BERBASIS GEOSPASIAL DI KAWASAN PESISIR TIMUR DAN DATARAN TINGGI ACEH


Pengarang

Safrizal - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hasanuddin - 196011141986031001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2009300030008

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Program Doktor Ilmu Pertanian (S3) / PDDIKTI : 54001

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Minyak nilam (patchouli oil) adalah salah satu minyak atsiri unggulan Indonesia, dengan Provinsi Aceh sebagai sentra produksi utama. Namun, budidaya nilam menghadapi beberapa kendala, seperti sempitnya keragaman genetik, budidaya berpindah, dan keterbatasan lahan di daerah sentra tradisional. Sementara itu, wilayah pesisir timur dan dataran tinggi Aceh memiliki potensi agroekologi yang belum tergarap optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi wilayah tersebut secara geospasial dan mengevaluasi karakter tanaman nilam dari berbagai lokasi. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap: tahap I (eksplorasi geospasial) yaitu menggunakan teknologi GIS dan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk memetakan sebaran dan kesesuaian lahan nilam di sembilan kabupaten/kota pesisir timur dan dataran tinggi Aceh; tahap II (karakterisasi tanaman) yaitu melakukan karakterisasi morfoagronomi dan fisiologi tanaman nilam pada berbagai ketinggian dan jenis tanah. Peubah pengamatan yang diamati meliputi meliputi karakter morfologi, karakter agronomi, karakter fisiologi, hasil dan kualitas minyak; dan tahap III (analisis hubungan karakter morfofisiologi terhadap hasil dengan menggunakan analisis lintas (path analysis) untuk menentukan hubungan langsung dan tidak langsung antara karakter tanaman dan hasil minyak nilam. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting yaitu distribusi lahan nilam diidentifikasi secara spasial, dengan luasan terbesar di Aceh Tamiang dan Aceh Utara ; variasi karakter morfoagronomi dan fisiologi ditemukan antara wilayah pesisir dan dataran tinggi; hasil dan kualitas minyak nilam bervariasi tergantung pada ketinggian tempat dan kondisi tanah; kandungan patchouli alcohol sebagai indikator mutu menunjukkan korelasi kuat dengan variabel morfologi seperti diameter batang, jumlah dan lebar daun; serta kombinasi antara pendekatan geospasial dan karakterisasi tanaman dapat mengidentifikasi varietas nilam unggul yang sesuai untuk wilayah tertentu.

Patchouli oil is one of Indonesia’s leading essential oils, with Aceh Province as the primary production center. However, patchouli cultivation faces several challenges, including limited genetic diversity, shifting cultivation practices, and land constraints in traditional growing areas. Meanwhile, the eastern coastal and highland regions of Aceh possess untapped agroecological potential. This study was conducted to explore these areas using geospatial approaches and to evaluate patchouli plant characteristics across different locations. The research was carried out in three stages: stage I (geospatial exploration) involved the use of Geographic Information System (GIS) and the Analytic Hierarchy Process (AHP) to map the distribution and land suitability for patchouli in nine districts of eastern coastal and highland Aceh; stage II (plant characterization) focused on the morphological and physiological characterization of patchouli grown at various elevations and soil types. Observed parameters included plant height, number of branches, leaf moisture content, and chlorophyll levels; and stage III (trait-yield relationship analysis) employed path analysis to determine the direct and indirect relationships between plant traits and patchouli oil yield. The study yielded several key findings: the spatial distribution of patchouli cultivation was successfully identified, with the largest area found in Aceh Tamiang ; variations in morphological and physiological traits were observed between coastal and highland regions; oil yield and quality varied depending on elevation and soil conditions; the patchouli alcohol content as a quality indicator showed a strong correlation with morphological variables such as stem diameter and number of branches; and the combination of geospatial analysis and plant characterization can effectively identify superior patchouli varieties suited to specific regions.

Citation



    SERVICES DESK