<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705061">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH APLIKASI BEBERAPA METODE PENGENDALIAN GULMA TERHADAP HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.MERRILL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizki Fauzi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persaingan antara gulma dan tanaman kedelai dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan berdampak pada penurunan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa metode pengendalian gulma terhadap hasil tanaman kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan 1 Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dengan ketinggian 5 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan Laboratorium Pengelolaan Gulma, Departemen Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian telah dilaksanakan pada Desember 2024 sampai dengan Juni 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial yang terdiri atas tujuh perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi: tanpa penyiangan gulma, bebas gulma (penyiangan setiap 3 hari sekali), penyiangan gulma pada 21 dan 42 HST, herbisida metribuzin dengan dosis 1 kg b.a. ha-1, herbisida pendimethalin dengan dosis 1 kg b.a. ha-1, mulsa eceng gondok 20 ton ha-1, mulsa jerami padi 20 ton ha-1. Peubah yang diamati meliputi jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 butir dan hasil biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi beberapa metode pengendalian gulma berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah polong per tanaman dan bobot biji per tanaman. Mulsa eceng gondok 20 ton ha-1 dan herbisida pendimethalin 1 kg b.a ha-1 mampu meningkatkan jumlah polong dan bobot biji per tanaman.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705061</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 10:54:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 11:34:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>