<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705039">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN TEKNOLOGI MICROBIAL FUEL CELL SEBAGAI BIOSENSOR BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ULUL AZMI SEPTI ASRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia memiliki sumber daya air melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, seperti keperluan rumah tangga, industri, pertanian dan lainnya. Seiring dengan meningkatnya aktivitas dan kebutuhan masyarakat, maka potensi pencemaran sumber air akan meningkat akibat limbah industri, pertanian, dan rumah tangga. Hal ini dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia, ekosistem, serta sektor ekonomi. Untuk memantau kualitas air yang ada, dibutuhkan metode yang efektif dan efisien. Metode pengujian kualitas air konvensional membutuhkan waktu lama dan modal besar. Salah satu solusi potensial adalah penggunaan Microbial Fuel Cell  (MFC) sebagai biosensor dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dan menghasilkan listrik. MFC dinilai lebih cepat, hemat biaya, ramah lingkungan, dan dapat dioperasikan secara mandiri, menjadikannya alternatif efektif untuk pemantauan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui bagaimana hubungan total muatan yang dihasilkan oleh MFC dan konsentrasi BOD pada air sehingga dapat menjadi biosensor untuk mendeteksi keberadaan polutan air.&#13;
Pada penelitian ini digunakan 2 buah reaktor MFC. MFC yang digunakan pada penelitian ini bertipe single-chamber dan terdiri dari anoda grafit silinder, katoda grafit plat, jembatan garam dan rangkaian kabel yang dilengkapi resistor (1000Ω saat inokulasi, 100Ω saat pengukuran sampel). Inokulasi anoda dilakukan dengan starter bakteri dari tanah TPA Gampong Jawa. Sampel diambil dari air sumur, PDAM, sungai Krueng Aceh, dan larutan sodium asetat dengan konsentrasi BOD 1,6; 4,6; 7,6 mg/L. Eksperimen dijalankan di laboratorium dengan menginokulasi chamber selama 16 hari. Kemudian chamber dibilas dan dilakukan pengukuran sampel sampai tegangan turun ≤ 2 mV, serta pengukuran suhu, pH, dan BOD sesuai SNI. Hasil menunjukkan pola tegangan-waktu yang berbeda antar MFC: satu reaktor menampilkan dua puncak degradasi (fase cepat diikuti fase lambat), sedangkan reaktor lain hanya menunjukkan satu puncak utama. Tegangan puncak tercatat sekitar 132,2 mV dan 159,6 mV pada masing-masing MFC. Perhitungan total muatan (Q) yang mengalir pada resistor eksternal menunjukkan hubungan linier yang kuat dengan konsentrasi BOD pada sampel sodium asetat. Untuk MFC1 diperoleh persamaan kalibrasi BOD=  ((Q+11,98))⁄25,238 (R² = 0,86) dan untuk MFC2 BOD=  ((Q+45,005))⁄48,863 (R² = 0,94). Hasil ini menandakan bahwa MFC mampu memperkirakan BOD dengan baik pada rentang data pada penelitian ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705039</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 10:17:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 11:20:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>