PENERAPAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KELAS I A BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENERAPAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KELAS I A BANDA ACEH)


Pengarang

Muhammad Furqan Ismi - Personal Name;

Dosen Pembimbing


Nomor Pokok Mahasiswa

2203201010045

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S2) / PDDIKTI : 74101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PENERAPAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA
(Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kelas I A Banda Aceh)

ABSTRAK
Pasal 5 ayat (1) UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menyatakan “Sistem Peradilan Pidana Anak mengutamakan pendekatan keadilan restoratif dan harus diupayakan diversi yang merupakan penyelesaian perkara anak di luar proses peradilan”. Berdasarkan amanat UU SPPA tersebut Aparat Penegak Hukum (APH) wajib mengupayakan diversi pada setiap tingkatan proses peradilan pidana. Kendati demikian penjatuhan pidana penjara masih menjadi pilihan utama bagi APH terhadap perkara anak, khususnya perkara anak yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
Tesis ini bertujuan untuk menjelaskan pertimbangan hakim baik secara yuridis dan sosiologis terhadap perkara anak sebagai pelaku tindak pidana penyalahguna narkotika, menjelaskan penerapan sanksi pidana penjara terhadap anak sebagai pelaku penyalahguna narkotika, dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi penerapan sanksi pidana terhadap anak sebagai penyalahguna narkotika.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yuridis-empiris yaitu penelitian dengan melakukan kajian yang komprehensif dengan melakukan pengamatan dan wawancara langsung dilokasi penelitian. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosio-legal yang merupakan kajian terhadap hukum dengan menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal yang dipertimbangkan dalam pertimbangan yuridis pada putusan Nomor 9/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bna dan putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN yang menjadi objek kajian adalah: dakwaan jaksa penuntut umum, keterangan terdakwa, keterangan saksi, barang bukti, ketentuan peraturan perundang-undangan, dan penelitian kemasyarakatan dari BAPAS. Adapun hal-hal yang dipertimbangkan pada pertimbangan sosiologis, terkait sikap anak selama proses persidangan, dan dukungan orang tua anak.

Sanksi pidana penjara terhadap anak sebagai pelaku penyalahguna narkotika dapat diterapkan apabila keadaan dan perbuatan anak membahayakan masyarakat, pidana penjara dapat dijatuhi kepada anak paling lama ½ dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa, dilaksanakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak sampai anak berumur 18 tahun, Pidana penjara terhadap anak hanya digunakan sebagai upaya akhir dan apabila merupakan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup pidana yang dijatuhkan paling lama 10 tahun. Faktor yang dapat mempengaruhi penerapan sanksi pidana terhadap anak sebagai penyalahguna narkotika yaitu keadaan meringankan dan memberatkan, kesalahan dan peran terdakwa, motif dan tujuan melakukan tindak pidana, keadaan jasmani dan rohani anak, riwayat hidup anak, pengaruh pidana terhadap masa depan anak, pengaruh tindak pidana terhadap korban atau keluarga korban, dan kondisi sosial masyarakat.
Disarankan kepada hakim selain mempertimbangkan hasil penelitian kemasyarakatan dari pihak BAPAS, juga harus memperhatikan aspek psikologis anak, tumbuh kembang anak, dan masa depan anak, disarankan kepada hakim untuk menghindari penjatuhan pidana penjara terhadap anak penyalahguna narkotika berdasarkan asas primum remedium dan disarankan kepada penyidik, penuntut umum, dan hakim untuk mengupayakan pidana rehabilitasi terhadap anak penyalahguna narkotika.


Kata Kunci: Tindak Pidana Narkotika, Anak, Penyalahguna.

MPLEMENTATION OF PRISON CRIMINAL ON CHILDREN OF NARCOTICS ABUSE (A Research in the Legal Area of ​​Class I A Banda Aceh District Court) ABSTRACT Article 5 paragraph (1) of Law No. 11 of 2012 concerning the Criminal Justice System for Children states that ‘The Criminal Justice System for Children prioritises a restorative justice approach and must seek diversion, which is the settlement of children's cases outside the judicial process’. In accordance with the provisions of the Juvenile Criminal Justice System Law, Law Enforcement Authorities (LEAs) are required to pursue diversion at every stage of the criminal justice process. However, the imposition of custodial sentences remains the primary option for LEAs in cases involving children, particularly those involving children who have committed drug-related offences. This thesis aims to explain the judicial and sociological considerations of judges in cases involving children as perpetrators of narcotics abuse, explain the application of prison sentences to children as perpetrators of narcotics abuse, and explain the factors that influence the application of criminal sanctions to children as perpetrators of narcotics abuse. The type of research used in this study is juridical-empirical, which is research that conducts a comprehensive study by conducting observations and direct interviews at the research location. The approach used is a socio-legal approach, which is a study of law using a social science approach. The research findings indicate that the factors considered in the legal deliberations of Judgment No. 9/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bna and Judgment No. 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN, which are the subject of this study, are: the public prosecutor's indictment, the defendant's statement, witness statements, evidence, provisions of laws and regulations, and social research from BAPAS. The factors considered in the sociological considerations relate to the child's behaviour during the trial process and the support of the child's parents. Criminal penalties of imprisonment may be imposed on children who are drug offenders if their actions pose a danger to society. The maximum term of imprisonment for children is half that of the maximum term for adults, and shall be served in a special correctional facility for children until the child reaches the age of 18. Imprisonment for children is only used as a last resort and, if it involves the threat of the death penalty or life imprisonment, the sentence imposed shall not exceed 10 years. Factors that may influence the application of criminal sanctions against children as drug abusers include mitigating and aggravating circumstances, the defendant's guilt and role, the motive and purpose of committing the criminal act, the child's physical and mental condition, the child's background, the impact of the criminal sanction on the child's future, the impact of the criminal act on the victim or the victim's family, and the social conditions of the community. It is recommended that judges, in addition to considering the results of social research from BAPAS, also pay attention to the psychological aspects of children, their growth and development, and their future. It is recommended that judges avoid imposing prison sentences on children who abuse narcotics based on the principle of primum remedium, and it is recommended that investigators, public prosecutors, and judges seek rehabilitation penalties for children who abuse narcotics. Keywords: Narcotics Crime, Children, Abusers.

Citation



    SERVICES DESK