Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMETAAN BANGUNAN KOLONIAL PUBLIK DI BANDA ACEH
Pengarang
INTAN MUTIA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Cut Dewi - 197807152002122002 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2104104010008
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik - Arsitektur., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
724.1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Banda Aceh, sebagai ibu kota Provinsi Aceh, memiliki sejarah panjang dan beragam pengaruh budaya yang menciptakan lapisan sejarah yang kaya dan kompleks. Salah satu aspek penting dari sejarah Banda Aceh adalah warisan bangunan kolonial publik yang masih ada hingga saat ini. Bangunan-bangunan ini mewakili jejak arsitektur dan sejarah yang mencerminkan periode kolonial di wilayah tersebut. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan kota, banyak dari bangunan cagar budaya, termasuk bangunan kolonial ini mengalami berbagai tantangan, seperti perubahan fungsi, kerusakan fisik, atau bahkan penghancuran. Selain itu tantangan bencana yang besar di Banda Aceh menambah kerentanan bangunan cagar budaya di Banda Aceh. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemetaan bangunan kolonial publik di Banda Aceh sebagai langkah awal untuk dokumentasi, pelestarian, dan penghargaan terhadap warisan sejarah ini. Selama ini belum ada pendataan secara detail bangunan kolonial publik yang masih tersisa di Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode wawancara, pemetaan, observasi, serta studi arsip. Penelitian ini sangat penting dilakukan karena memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangunan kolonial di Banda Aceh. Pertama, menciptakan pemetaan digital yang akurat dan terperinci dari bangunan-bangunan kolonial publik di Banda Aceh. Kedua, Melalui pemetaan dan dokumentasi, penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga untuk merawat dan mempertahankan aspek sejarah dan arsitektur penting dalam identitas kota. Ketiga, informasi yang ditemukan melalui penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang lokasi arsitektur colonial Publik yang ada di Banda Aceh. Keempat, hasil penelitian ini dapat berguna untuk memberikan pengetahuan dan data awal bagi kegiatan konservasi banguna dan menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang sejarah, arsitektur, atau bidang terkait lainnya.
Banda Aceh, as the capital city of Aceh Province, possesses a long history and diverse cultural influences that have shaped a rich and complex historical landscape. One of the important aspects of Banda Aceh’s history is the legacy of public colonial buildings that still exist today. These buildings represent architectural and historical traces that reflect the colonial period in the region. However, over time and with the city’s development, many heritage buildings, including colonial ones, have faced various challenges such as changes in function, physical deterioration, and even demolition. In addition, the major natural disasters that have occurred in Banda Aceh have further increased the vulnerability of its heritage buildings. Therefore, it is essential to conduct a mapping of public colonial buildings in Banda Aceh as an initial step for documentation, preservation, and appreciation of this historical heritage. Until now, there has been no detailed inventory of existing public colonial buildings in Banda Aceh. This research employs interviews, mapping, observation, and archival studies as its methods. This study is significant as it plays an important role in preserving the cultural heritage of colonial buildings in Banda Aceh. First, it aims to create an accurate and detailed digital map of public colonial buildings in Banda Aceh. Second, through mapping and documentation, this research provides valuable information for maintaining and preserving the historical and architectural aspects that form part of the city’s identity. Third, the information obtained from this research offers deeper insights into the locations of public colonial architecture in Banda Aceh. Fourth, the findings of this study can serve as a source of knowledge and baseline data for future conservation activities and as a reference for further research in the fields of history, architecture, or other related disciplines.
PEMETAAN RUMAH KOLONIAL SEBAGAI UPAYA KONSERVASI WARISAN BUDAYA DI BANDA ACEH (ANISA SALSABILLA, 2025)
TRANSFORMASI ARSITEKTUR KOLONIAL PADA PENDOPO BIREUEN PERIODE PEMERINTAHAN KABUPATEN BIREUEN (Ghina Gheffira, 2025)
STUDI KONSEP ARSITEKTUR FASADE RUMAH KOLONIAL DI KOTA BIREUEN (Riza Fitri, 2024)
ANALISIS KARAKTERISTIK ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA PADA FASAD GEDUNG JUANG DI KOTA BANDA ACEH (ZULFATUL KHOIRIYAH, 2026)
PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA DI KOTA BANDA ACEH PADA MASA REVOLUSI KEMERDEKAAN, 1945-1949 (Farhan Fadillah, 2020)