<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704985">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN BANGUNAN KOLONIAL PUBLIK DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INTAN MUTIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banda Aceh, sebagai ibu kota Provinsi Aceh, memiliki sejarah panjang dan beragam pengaruh budaya yang menciptakan lapisan sejarah yang kaya dan kompleks. Salah satu aspek penting dari sejarah Banda Aceh adalah warisan bangunan kolonial publik yang masih ada hingga saat ini. Bangunan-bangunan ini mewakili jejak arsitektur dan sejarah yang mencerminkan periode kolonial di wilayah tersebut. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan kota, banyak dari bangunan cagar budaya, termasuk bangunan kolonial ini mengalami berbagai tantangan, seperti perubahan fungsi, kerusakan fisik, atau bahkan penghancuran. Selain itu tantangan bencana yang besar di Banda Aceh menambah kerentanan bangunan cagar budaya di Banda Aceh. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemetaan bangunan kolonial publik di Banda Aceh sebagai langkah awal untuk dokumentasi, pelestarian, dan penghargaan terhadap warisan sejarah ini. Selama ini belum ada pendataan secara detail bangunan kolonial publik yang masih tersisa di Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode wawancara, pemetaan, observasi, serta studi arsip. Penelitian ini sangat penting dilakukan karena memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangunan kolonial di Banda Aceh. Pertama, menciptakan pemetaan digital yang akurat dan terperinci dari bangunan-bangunan kolonial publik di Banda Aceh. Kedua, Melalui pemetaan dan dokumentasi, penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga untuk merawat dan mempertahankan aspek sejarah dan arsitektur penting dalam identitas kota. Ketiga, informasi yang ditemukan melalui penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang lokasi arsitektur colonial Publik yang ada di Banda Aceh. Keempat, hasil penelitian ini dapat berguna untuk memberikan pengetahuan dan data awal bagi kegiatan konservasi banguna dan menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang sejarah, arsitektur, atau bidang terkait lainnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COLONIAL ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>724.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704985</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-26 18:35:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-04 15:19:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>