<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704961">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERILAKU KESELAMATAN UNTUK PENGEMUDI BUS JALAN LINTAS PROVINSI ACEH DENGAN METODE HUMAN FACTOR ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM (HFACS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Syauqi Athillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus di jalan lintas provinsi Aceh seringkali merenggut korban jiwa dan menimbulkan kerugian materil. Perilaku pengemudi seringkali menjadi faktor dominan dalam insiden ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku keselamatan pengemudi bus di jalan lintas provinsi Aceh menggunakan pendekatan Human Factor Analysis and Classification System (HFACS). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data historis kecelakaan bus dari tahun 2018-2022. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan software spss untuk mengestimasi Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI) dari setiap faktor yang diidentifikasi dalam kerangka HFACS terhadap perilaku keselamatan pengemudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor dari kategori HFACS memiliki asosiasi dengan perilaku keselamatan pengemudi. Namun, beberapa hubungan, seperti kondisi mental buruk (COP1) dengan pelanggaran rutin (V1) (OR 8,750; CI 0,454-168,613), tidak menunjukkan signifikansi statistik karena Confidence Interval melintasi angka 1. Rekomendasi hasil penelitian yang dapat dilakukan adalah penerapan kebijakan waktu kerja dan program dukungan psikologis. Menerapkan kebijakan jam kerja yang ketat, membatasi waktu mengemudi terus-menerus dan memastikan waktu istirahat yang memadai seperti sebuah perusahaan bus yang menerapkan waktu istirahat pengemudi dua kali perjalanan (4 hari), istirahat satu kali perjalanan (2 hari). Menyediakan akses ke layanan konseling atau program dukungan mental untuk pengemudi dan melakukan survei rutin atau sesi diskusi untuk memantau kondisi mental pengemudi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704961</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-25 14:30:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 10:22:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>