<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704927">
 <titleInfo>
  <title>ASSESSMENT TINGKAT KERUSAKAN AKIBAT KOROSI DARI STRUKTUR BANGUNAN SEKOLAH TERDAMPAK TSUNAMI 2004</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nauval Faris</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tsunami Aceh 2004 mengakibatkan kerusakan besar pada infrastruktur, termasuk bangunan sekolah di Kota Banda Aceh. Dua dekade pasca peristiwa tersebut, kondisi struktur bangunan sekolah masih berpotensi mengalami penurunan daya tahan akibat korosi tulangan beton. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kerusakan pada lima bangunan sekolah terdampak tsunami, yaitu SMA 6 Banda Aceh, SMA 15 Adidarma Banda Aceh, MTsN 1 Banda Aceh, MIN 6 Banda Aceh, dan SMA 8 Banda Aceh, dengan jarak 2-3,6 km dari garis pantai. Metode yang digunakan adalah visual assessment melalui formulir pemeriksaan kerusakan elemen struktur (kolom, balok, dan pelat) dengan kategori kerusakan ditentukan berdasarkan bobot kerusakan dan nilai kritis setiap elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA 6 Banda Aceh (45,19%) dan SMA 15 Adidarma Banda Aceh (50,49%) termasuk kategori rusak berat, sedangkan MTsN 1 Banda Aceh (26,00%), MIN 6 Banda Aceh (26,01%), dan SMA 8 Banda Aceh (20,10%) termasuk kategori rusak ringan. Pola kerusakan yang dominan berupa retak, spalling, dan korosi tulangan terutama pada kolom yang terendam air tsunami. Tingkat kerusakan lebih besar pada bangunan dengan radius lebih dekat dari pantai, meskipun faktor renovasi pasca tsunami juga memengaruhi kondisi eksisting. Kesimpulannya, jarak bangunan dari pantai berpengaruh signifikan terhadap tingkat kerusakan struktur akibat korosi. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya perbaikan elemen struktur pada bangunan rusak ringan, perawatan berkala, serta uji lanjutan seperti hammer test dan pengujian karbonasi untuk mendapatkan penilaian yang lebih komprehensif terhadap ketahanan beton.&#13;
Kata kunci: tsunami 2004, sekolah, korosi, beton bertulang, visual assessment, kerusakan bangunan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CORROSION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TSUNAMIS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SCHOOL BUILDINGS</topic>
 </subject>
 <classification>620.112 23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704927</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 21:09:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 11:04:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>