<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704919">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MODAL MELAUT NELAYAN PURSE SEINE BERDASARKAN GT (GROSS TONNAGE) KAPAL DI PPS KUTARAJA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dira Aprilia Ananda M</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja merupakan salah satu pusat perikanan terbesar di Aceh yang mendukung aktivitas nelayan dalam operasi penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modal melaut nelayan purse seine berdasarkan GT kapal serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan modal tetap dan modal bergerak dalam kegiatan perikanan. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif, dengan pengumpulan data  melalui kuesioner yang diberikan kepada pemilik dan pengurus kapal di PPS Kutaraja. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan SmartPLS 4.0 untuk menguji hubungan antarvariabel penelitian.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal melaut terdiri dari dua komponen utama, yaitu modal tetap (kapal, mesin, dan&#13;
alat tangkap) dan modal bergerak (bahan bakar, perbekalan makanan, air bersih, es balok, serta perlengkapan lainnya). Analisis menunjukkan bahwa semakin besar GT kapal, semakin tinggi modal melaut yang dibutuhkan. Di antara semua biaya operasional, bahan bakar menjadi komponen terbesar, diikuti oleh es balok dan perbekalan makanan. Hasil analisis path coefficients menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar memiliki pengaruh signifikan terhadap modal melaut, sementara pengeluaran untuk makanan dan gas memiliki pengaruh yang lebih kecil. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi nelayan dalam mengoptimalkan strategi manajemen keuangan mereka, memastikan pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien, serta mengurangi biaya operasional. Selain itu, temuan ini dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dalam merancang kebijakan perikanan berkelanjutan yang meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi nelayan. Dengan mengatasi kendala modal, pemerintah dapat mengimplementasikan program dukungan seperti subsidi bahan bakar, bantuan keuangan, serta pelatihan teknis guna mendorong operasi perikanan yang lebih efisien &#13;
dan berkelanjutan di PPS Kutaraja. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Modal melaut, Purse Seine, Gross Tonnage (GT), bahan bakar, air bersih, perlengkapan melaut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704919</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 20:57:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 09:03:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>