<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704911">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK COKELAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>INDUSTRI SOCOLATTE ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Natasha Dhuha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Industri Socolatte Aceh secara konsisten memproduksi cokelat bar yang berkualitas tinggi dengan memanfaatkan biji kakao lokal, namun dalam proses produksinya masih ditemukan produk cacat yang berdampak pada efisiensi produksi dan menghambat pencapaian keuntungan maksimal perusahaan. Jenis cacat yang teridentifikasi meliputi cokelat luber, tekstur tidak halus, dan blooming. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas pada produk cokelat bar dengan menggunakan metode Six Sigma yang melalui tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai rata-rata sigma yang diperoleh yaitu sebesar 2,43 dengan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 2.299.353, yang berarti terdapat kemungkinan 2.299.353 cacat dalam satu juta peluang. Nilai sigma ini menunjukkan bahwa proses produksi masih berada di bawah standar ideal yaitu 6 sigma dan memerlukan tindakan perbaikan yan berkelanjutan. Rekomendasi perbaikan yang diberikan meliputi pelatihan ulang operator, perbaikan dan standarisasi SOP, perawatan serta kalibrasi mesin secara berkala, pengendalian suhu dan kelembapan ruangan, serta peningkatan pengawasan dan inspeksi akhir. Dengan penerapan akhir Six Sigma secara konsisten, diharapkan kualitas produk meningkat, jumlah cacat menurun dan tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk cokelat Socolatte Aceh dapat terus terjaga agar kualitas produk dapat ditingkatkan dan kepuasan pelanggan tetap terjaga.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Cokelat bar, Defect, Pengendalian Kualitas, Six Sigma, DMAIC&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704911</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 19:25:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 08:58:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>