<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704905">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN SEDOTAN EDIBEL BERBASIS TEPUNG PISANG DAN TEPUNG SUKUN SERTA ANALISIS FINANSIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ayu Khairunnisa Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu permasalahan yang ada di Indonesia yaitu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh banyaknya akumulasi limbah plastik terutama sedotan plastik yang sulit terurai oleh lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menciptakan sebuah bahan baku sedotan edibel yang dapat dimakan dengan bahan baku berupa tepung pisang dan tepung sukun dengan penambahan rasio tapioka. Kedua tepung memiliki kandungan amilosa yang tinggi dan masih minim penggunaannya, sedangkan penambahan tapioka sebagai pengikat bahan satu sama lain sehingga membentuk gel yang kuat dan rapat.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan pola 2 x 3. Faktor pertama adalah jenis tepung yang terdiri dari 2 taraf yaitu tepung pisang dan tepung sukun. Faktor kedua yaitu rasio tepung dengan penambahan tapioka yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1,75 : 1, 2 : 1, dan 2,25 : 1. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan yaitu pada bahan baku tepung dan produk sedotan edibel. Pada bahan baku tepung dilakukan analisis proksimat dan amilosa. Analisis yang dilakukan terhadap produk sedotan edibel yaitu kadar air, daya serap air, ketahanan air, porositas, kuat lentur, struktur morfologi, Scanning Electron Microscopy (SEM), X-Ray Diffraction (XRD), dan analisis finansial usaha produk sedotan edibel.&#13;
Berdasarkan hasil proksimat pada bahan baku tepung pisang dan sukun didapatkan hasil yaitu kadar air tepung pisang dan tepung sukun masing 6,74 % dan 5,92 %, kadar abu masing-masing yaitu 3,83 % dan 2,01 %, kadar lemak masing-masing yaitu 2.23 % dan 2,12 %, kadar protein masing-masing yaitu 7,83 % dan 6,09 %, kadar serat masing-masing yaitu 3,46 % dan 5,45 % dan kadar karbohidrat masing-masing yaitu 79,4 % dan 83,85 %. Adapun hasil dari kadar amilosa tepung pisang dan tepung sukun yang diperoleh pada penelitian ini yaitu masing-masing 25,26 % dan 28,27 %.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan jenis tepung (T) berpengaruh terhadap kadar air yang dihasilkan dengan nilai tertinggi 1,10 % pada penggunaan bahan baku tepung sukun. Jenis tepung sukun (T2) berpengaruh sangat nyata terhadap ketahanan air suhu ruang dan suhu tinggi dalam waktu 2 jam yaitu masing-masing paling tinggi 175,4 % dan 99,52 %. Perlakuan jenis tepung sukun (T2) juga berpengaruh terhadap nilai daya serap air suhu ruang dan suhu tinggi terendah yairu masing-masing 41,4 % dan 64,3 %. Perlakuan jenis tepung sukun (T2) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap nilai porositas dari sedotan edibel yang dihasilkan dengan nilai terendah yaitu 3,61 %. Nilai porositas yang rendah diartikan sebagai kemampuan seodotan edibel dalam menyerap air yang rendah pula. Pada analisis kuat lentur, nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan T2R1 dengan nilai 433,60 MPa. Analisis morfologi menunjukkan bahwa tidak terdapat adanya pori-pori yang terlihat dan hanya menunjukkan bintik-bintik hitam karena ketidakhomogenan pada saat pengadukan. Analisis SEM juga menunjukkan secara detail melalui mikroskop digital bahwa tidak adanya pori-pori yang berakibat fatal pada sedotan. Analisis XRD juga menghasilkan nilai derajat kristalinitas pada T2 dan T1 yaitu masing-masing 21,08 % dan 14,33 %. Adapun hasil dari perolehan beberapa analisis finansial usaha dari produk sedotan edibel pada penelitian ini dinyatakan layak untuk dikembangkan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704905</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 18:10:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 08:56:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>