<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704877">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN FISIK MEKANISME PEMBANGKITAN GELOMBANG TSUNAMI AKIBAT RNLONGSORAN BAWAH LAUT (STUDI KASUS TELUK PALU)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mujibur Rahman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tsunami akibat longsoran bawah laut (submarine landslide) merupakan &#13;
salah satu bencana alam yang merusak, terutama di wilayah pesisir. Tujuan utama &#13;
penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh titik awal pelepasan longsoran &#13;
(initiation point) terhadap tinggi gelombang (wave height) dan waktu kedatangan &#13;
gelombang (Estimated Time of Arrival / ETA). Penelitian dilakukan melalui &#13;
pemodelan fisik pada saluran flume menggunakan model batimetri yang diperoleh &#13;
dari peta BATNAS (Batimetri Nasional). Data longsoran diperoleh melalui &#13;
pelepasan massa padat pada beberapa variasi ketinggian. Data gelombang direkam &#13;
menggunakan sensor wave gauge, sementara kecepatan aktual longsoran dihitung &#13;
melalui analisis video pengujian secara frame-by-frame. Untuk meningkatkan &#13;
akurasi pembacaan data, dilakukan koreksi baseline berdasarkan rata-rata sinyal 9 &#13;
detik awal dan pemulusan data menggunakan metode SMA (Simple Moving &#13;
Average) lima data, hubungan antara parameter longsoran dan respons gelombang &#13;
dianalisis menggunakan regresi linier untuk menghasilkan korelasi antara variabel&#13;
variabel serta divisualisasikan melalui grafik stockchart. Hasil analisis &#13;
menunjukkan bahwa semakin dekat titik awal pelepasan longsoran (initiation point) &#13;
dengan permukaan air, maka ketinggian gelombang yang dihasilkan semakin besar, &#13;
seperti di wave gauge 07 dengan persamaan regresi H = -0.0188P + 0.1302 untuk  &#13;
P ≥ 17,5 serta nilai determinasi sebesar R² = 0.9301. Ketinggian gelombang &#13;
tertinggi yang tercatat pada simulasi S5X10B sebesar 0.8936 cm atau 4,91 m dalam &#13;
skala prototipe, sedangkan pengaruh antara initiation point dan waktu &#13;
kedatangannya tidak stabil dan lemah pada beberapa titik pengamatan. Hasil &#13;
penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan sistem &#13;
peringatan dini tsunami lokal, khususnya di wilayah dengan topografi dasar laut &#13;
yang curam, seperti Teluk Palu. &#13;
Kata Kunci : tsunami,submarine landslide, teluk palu, model fisik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704877</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 16:39:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 08:54:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>