HUBUNGAN INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTHS (STH) DENGAN STATUS GIZI DAN DERAJAT ANEMIA PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN MAKMUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

HUBUNGAN INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTHS (STH) DENGAN STATUS GIZI DAN DERAJAT ANEMIA PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN MAKMUR


Pengarang

Dian Mentari - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhsin - 198305122015041001 - Dosen Pembimbing I
Winda Yulia - 198207152008122003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2307201030002

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Kedokteran Tropis (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kondisi malnutrisi dan gizi buruk masih menjadi permasalahan besar global yang tidak dapat diabaikan. Penyebab utama dari kondisi malnutrisi dan gizi buruk bersifat multifaktorial, salah satunya adalah infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah yaitu Soil Transmitted Helminths (STH). Infeksi STH dapat menyebabkan defisiensi nutrisi akut dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prevalensi dan mengetahui hubungan antara infeksi STH dengan status gizi dan anemia pada anak di Kecamatan Makmur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 107 siswa yang dipilih dengan teknik konsekutif sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung, dan pemeriksaan feses menggunakan metode Kato Katz yang dilakukan di Laboratorium RSUD dr. Fauziah Bireuen. Data dianalisis menggunakan uji Likelihood Ratio. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh dari 107 siswa, Prevalensi kejadian infeksi STH di SD 10 Makmur dan Min 40 Bireuen, Kecamatan Makmur yaitu 6/107(5,6%), dengan prevalensi lebih tinggi pada 5/6(83,3%) laki-laki dibandingkan 1/6(16,7%) perempuan. Spesies dominan dari yang positif STH adalah Trichuris trichiura 5/6(83,3%) anak diikuti Ancylostoma duodenale 1/6 (16,7%) anak. Prevalensi status gizi kurang menurut BB/TB adalah 33/107(30,8%) anak. Kadar hemoglobin anak rata-rata 10,69 10,69 ± 1,36 g/dL. Sebanyak 29,0% anak mengalami anemia ringan hingga sedang. Hasil uji statistik hubungan antara infeksi STH dengan status gizi didapatkan nilai p = 0,725 (>0,05). Hasil uji statistik hubungan antara infeksi STH dengan derajat anemia didapatkan nilai p = 0,721 (>0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian infeksi STH dengan status gizi dan derajat anemia pada anak di Kecamatan Makmur.

Malnutrition and poor nutrition remain major global problems that cannot be ignored. The main causes of malnutrition and poor nutrition are multifactorial, one of which is Soil Transmitted Helminths (STH) infections. STH infections can cause acute nutritional deficiencies and anemia. This study aims to assess the prevalence and relationship between STH infections and nutritional status and anemia in children in Makmur District. Metode: This is an observational analytical study with a cross-sectional approach conducted on 107 students selected using consecutive sampling techniques. Data collection was carried out by directly measuring body weight and height, and stool examination using the Kato-Katz method at the Dr. Fauziah Bireuen Regional Hospital Laboratory. Data were analyzed using the Likelihood Ratio test. Result: The results of the study obtained from 107 students, the prevalence of STH infection in SD 10 Makmur and Min 40 Bireuen, Makmur District was 6/107 (5.6%), with a higher prevalence in 5/6 (83.3%) boys compared to 1/6 (16.7%) girls. The dominant species of STH positive was Trichuris trichiura 5/6 (83.3%) children followed by Ancylostoma duodenale 1/6 (16.7%) children. The prevalence of malnutrition status according to BB/TB was 33/107 (30.8%) children. The average hemoglobin level of children was 10.69 10.69 ± 1.36 g/dL. A total of 29.0% of children experienced mild to moderate anemia. The statistical test results of the relationship between STH infection and nutritional status obtained a p value = 0.725 (>0.05). The statistical test results of the relationship between STH infection and the degree of anemia obtained a p value = 0.721 (>0.05). Conclusion: This study states that there is no significant relationship between the incidence of STH infection with nutritional status and the degree of anemia in children in Makmur District.

Citation



    SERVICES DESK