PENINGKATAN MUTU MINYAK NILAM ACEH DENGAN DISTILASI VAKUM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENINGKATAN MUTU MINYAK NILAM ACEH DENGAN DISTILASI VAKUM


Pengarang

CUT MARINA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0609200090002

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S2) / PDDIKTI : 24101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Megister Teknik Kimia., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyulingan daun dan batang nilam yang banyak dilakukan oleh petani nilam di Aceh menghasilkan minyak nilam dengan kualitas yang rendah akibat kondisi penyulingan yang tidak terkontrol. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kondisi operasi yang terbaik dari variabel proses yang digunakan, sehingga diperoleh mutu minyak nilam dengan kadar patchouli alkohol yang tinggi dan memenuhi persyaratan mutu minyak nilam SNI 06-2385-2006. Proses yang dilakukan adalah dry distillation dilanjutkan dengan hydro distillation. Variabel tetap untuk proses dry distillation adalah jumlah minyak nilam 250 gram, dengan variabel berubah adalah temperatur operasi (110C, 120°C, 130"C, 140C dan
150C), tekanan operasi (80 mbar, 90 mbar, 100 mbar, I I0 mbar dan 120 mbar) dan waktu (4jam dan 5 jam). Hasil terbaik dari proses dry distillation didasarkan pada kadar patchouli alkohol tertinggi, kemudian dilanjutkan dengan hydro distillation dengan variabel tetap adalah jumlah minyak nilam 100 mL, dan variabel berubah terdiri dari tempcratur opcrasi (l30°C , I40°C , l 50°C . I60°C dan 170C), tekanan operasi (600 mbar, 700 mbar, 800 mbar, 900 mbar dan I atm) dan perbandingan minyak nilam terhadap air ( 1 : 5 dan : 10). Hasil dry distillation terbaik diperoleh pada kondisi tekanan 110 mbar, temperatur 140C dan waktu proses selama 4 jam. Hasil pengujian terhadap kondisi terbaik adalah warna coklat kemerahan, bobot jenis 0,960, indek bias 1,5I1, putaran optik tidak dapat diamati, kelarutan dalam alkohol 1 : I, bilangan asam 3,49, bilangan ester 8,74, kadar patchouli alkohol 37,66%, kadar alpha copaene 0,05% dan kadar Fe
95,88 mg/kg. Sementara itu, hasil terbaik untuk hydro distillation diperoleh pada tekanan 800 mbar, temperatur 170€ dan perbandingan minyak nilam terhadap air I : 10, dengan hasil pengujian adalah wama kuning, bobot jenis 0,953, indek bias 1,503, kelarutan dalam alkohol I : 5, bilangan asam 1,87, bilangan ester 25,54, putaran optik (-42, kadar patchouli alkoho! 20,95%, kadar alpha copaene tidak terdeteksi dan kadar Fe 7,24 mg/kg. Hasil ini secara keseluruhan bclum memenuhi standar minyak nilarn SNI 06-2385-2006.

Kata kunci : distilasi vakum, dry distillation, hydro distillation, minyak nilam,
patchouli alkohol

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK