KAJIAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI POTONG DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI POTONG DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

ANDREAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

1964401131990031001 - - - Dosen Pembimbing I
Zikri Maulina Gaznur - 198902052019032018 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105104010047

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.213

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sapi potong merupakan salah satu ternak ruminansia yang berkontribusi besar sebagai
penghasil daging dalam pemenuhan kebutuhan pangan/protein hewani. Pengembangan usaha
sapi potong juga berperan penting dalam meningkatkan pendapatan peternak rakyat, terutama
di wilayah pedesaan. Sistem pemeliharaan ternak di Kecamatan Lembah Seulawah umumnya
masih bersifat semi-intensif, di mana ternak seperti sapi Aceh dipelihara dalam kandang
sederhana namun tetap diberikan kesempatan untuk merumput di padang penggembalaan
sekitar. Sebagian besar masyarakat juga telah memiliki tradisi beternak secara turun-temurun,
sehingga perlu dilakukan pengkajian aspek teknis pemeliharaan sapi yang dapat memberikan
gambaran dasar untuk memperbaiki mutu genetik, produktivitas dan pengembangannya.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2025 di Kecamatan
Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar meliputi lima desa yaitu desa Lamtamot, Lambaro
Tunong, Lon Baroh, Lon Asan, Paya Keureleh, Panca, Lamkubu, Panca Kubu, dan Desa
Teuladan. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 72 peternak sapi potong dengan
menggunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel secara acak dan penentuan jumlah sampel
secara sengaja dengan pertimbangan peternak yang bersedia untuk diwawancara dengan
ketentuan pemilihan minimal beternak selama 3 tahun.
Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kajian aspek teknis pemeliharaan sapi
potong di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar menurut Permentan
N0.46/Permentan/PK.210/8/2015 antara lain pola pemeliharaan, pemuliaan dan reproduksi,
pakan ternak, manajemen kesehatan dan perkandangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi di
Kecamatan Lembah Seulawah menunjukkan hasil yang sudah baik dengan kategori cukup
(>50%) pada aspek prasarana yaitu lokasi, lahan dan air, aspek sarana yaitu betina dan jantan,
alat dan mesin peternakan dan kesehatan hewan, obat hewan dan kontruksi kandang, aspek
pemeliharaan ekstensif yaitu pemeliharaan pedet & pedet lepas sapih, pemeliharaan sapi dara,
pemeliharaan induk bunting, dan pemeliharaan pejantan, aspek perkawinan, dan aspek
kesehatan dan kesejahteraan hewan sesuai dengan Permentan No. 46 tahun 2015. Aspek lainnya
seperti bangunan, bangunan lain, sistem pemeliharaan intensif (pemeliharaan pedet,
pemeliharaan pedet lepas sapih, pemeliharaan sapi dara dan pemeliharaan penggemukan),
pemeliharaan semi intensif, perkawinan, dan pencatatan menunjukkan hasil kurang (≤ 50%) dan
tidak sesuai dengan Permentan No. 46 tahun 2015.
Kata Kunci: Aspek Teknis Pemeliharaan, Sapi Potong, Kecamatan Lembah Seulawah, dan
Kabupaten Aceh Besar

Beef cattle are ruminant livestock that contribute significantly to meat production, meeting the need for food/animal protein. The development of beef cattle farming also plays a significant role in increasing the income of smallholder farmers, especially in rural areas. The livestock husbandry system in Lembah Seulawah District is generally semi-intensive, where livestock, such as Aceh cattle, are kept in simple pens but still given the opportunity to graze in the surrounding pastures. Most residents also have inherited livestock farming traditions, so it is necessary to study the technical aspects of cattle husbandry to provide a baseline for improving genetic quality, productivity, and development. This research was conducted from July to August 2025 in Lembah Seulawah District, Aceh Besar Regency, covering five villages: Lamtamot, Lambaro, Tunong, Lon Baroh, Lon Asan, Paya Keureleh, Panca, Lamkubu, Panca Kubu, and Teuladan. This study employed a survey method involving 72 beef cattle farmers using a questionnaire. The sampling technique was random and the sample size was determined purposively, with farmers willing to be interviewed, with a minimum of three years of livestock farming experience. The parameters observed in this study were a review of the technical aspects of beef cattle husbandry in Lembah Seulawah District, Aceh Besar Regency, according to Ministerial Regulation No. 46/Permentan/PK.210/8/2015, including husbandry patterns, breeding and reproduction, animal feed, health management, and housing. The results of the study indicate that the implementation of technical aspects of cattle husbandry in Lembah Seulawah District has shown good results, categorized as sufficient (>50%). These include infrastructure aspects, namely location, land, and water; facilities aspects, namely females and males, livestock equipment and machinery and animal health, veterinary medicines, and barn construction; extensive husbandry aspects, namely calf and weaned calf care, heifer care, pregnant sow care, and bull care; mating aspects, and animal health and welfare aspects, in accordance with Ministerial Regulation No. 46 of 2015. Other aspects, such as buildings and other structures, intensive husbandry systems (calf care, weaned calf care, heifer care, and fattening), semi-intensive husbandry, mating, and record-keeping, showed poor results (

Citation



    SERVICES DESK