<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704807">
 <titleInfo>
  <title>PENILAIAN RISIKO KOROSI PADA GEDUNG RKU 2 DAN RKU 3 UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andiki Sahputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko korosi pada Gedung RKU 2 dan RKU 3 Universitas Syiah Kuala yang telah berusia lebih dari 35 tahun. Metode yang digunakan adalah Half-Cell Potential Mapping (HCPM) untuk mengukur nilai potensial korosi serta Profometer 5+ untuk menentukan posisi dan kedalaman tulangan. Penelitian dilakukan pada kolom-kolom terpilih di lantai dasar dengan mempertimbangkan kondisi visual awal. Hasil pengujian menunjukkan adanya variasi tingkat korosi, mulai dari kategori rendah hingga tinggi. Pada Gedung RKU 2, kolom 1–3 tergolong dalam kategori korosi tinggi akibat retaknya beton dan tereksposnya tulangan, sedangkan kolom 4 hanya mengalami korosi rendah hingga menengah. Pada Gedung RKU 3, kondisi serupa juga ditemukan dengan sebagian kolom menunjukkan kerusakan serius terutama di area bawah yang sering terpapar genangan air. Faktor lingkungan seperti kelembaban, drainase yang buruk, dan kerusakan selimut beton mempercepat laju korosi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa beberapa kolom memerlukan rehabilitasi struktural segera, sementara kolom lainnya cukup dilakukan pemantauan rutin. Penilaian risiko ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan perawatan preventif agar umur layan bangunan dapat diperpanjang dan tetap aman untuk aktivitas akademik. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan pentingnya inspeksi berkala sebagai upaya mitigasi kerusakan dini pada struktur beton bertulang. Hasil studi ini dapat dijadikan rujukan bagi penelitian lanjutan yang berfokus pada strategi perawatan dan perlindungan beton terhadap korosi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CORROSION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CONCRETE - BUILDING CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>620.112 23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704807</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 13:14:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-27 11:18:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>