<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704743">
 <titleInfo>
  <title>KEGUNAAN SIDIK JARI DALAM MENGUNGKAPKAN KASUS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN PADA TAHAP PENYIDIKAN (SUATU PENELITIAN DI KEPOLISIAN RESOR KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Novi Raihadatul Aisyi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas tentang penggunaan sidik jari dalam penyidikan tindak pidana pembunuhan di Polresta Banda Aceh, kendala yang dihadapi oleh penyidik dan upaya yang dilakukan oleh penyidik untuk mengatasi kendala itu. Berdasarkan Pasal 184 ayat (1) KUHAP sidik jari juga termasuk dalam komponen alat bukti yang sah menurut  hukum. Sidik jari memiliki peran penting dalam mengungkapkan pelaku karena sifatnya yang unik dan tidak berubah bahkan ketika seseorang itu mengalami dekomposi.&#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini menjelaskan pelaksanaan penyidikan tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan sidik jari, mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi, dan menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala saat penyidikan kasus pembunuhan tersebut.&#13;
&#13;
Metode penelitian ini menggunakan yuridis empiris yaitu data primer diperoleh dari hasil wawancara sebagai data lapangan dengan penyidik Kepolisian Resor Kota Banda Aceh dan data sekunder dari literatur hukum.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dengan penyidik Kepolisian Resor Kota Banda Aceh, penyidik menyebutkan bahwasanya penggunaan ilmu sidik jari itu sangat penting dilakukan untuk mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat kendala dalam praktik penyidikan pembunuhan seperti sarana dan alat yang kurang memadai serta Sumber Daya Personel yang terbatas. Sebagai upayanya penyidik menggunakan pendekatan kombinatif dengan mengakumulasikan alat bukti lainnya serta bantuan dari penyidik di Kepolisian daerah Aceh. &#13;
&#13;
Disarankan kepada penyidik agar penyidik dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia personel penyidik di Kepolisian Resor Kota Banda Aceh, dan peningkatan penggunaan peralatan yang lebih memadai agar lebih mudah serta akurat dengan penggunaan ilmu sidik jari.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MURDER - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FINGERPRINT - CRIMINAL INVESTIGATION</topic>
 </subject>
 <classification>346.258</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704743</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 10:55:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 15:01:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>