Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENZONAAN PELAYANAN DRAINASE DI KAWASAN KRITIS RESAPAN KECAMATAN KOTA KUALA SIMPANG
Pengarang
NITA SOSIAWATI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0709200060071
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Megister Teknik Sipil., 2010
Bahasa
Indonesia
No Classification
627.54
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kecamatan Kola Kuala Simpang merupakan kawasan pusat perdagangan dan permukiman padat penduduk di Kabupaten Aceh Tamiang. Kecenderungan perubahan pemanfaatan lahan dari lahan perkarangan menjadi perumahan dan pertokoan sudah mengurangi kawasan resapan air, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi hujan yang lama, maka di tempat tersebut terjadi genangan. Studi Penzonaan Pelayanan Drainase di Kawasan Kritis Resapan Kecamatan Kota Kuala Simpang perlu dilakukan dengan tujuan penelitian: mengidentifikasi sebaran kawasan kritis resapan dan kawasan banjir, dan zona pelayanan drainase di kawasan kritis resapan. Pendekatan penelitian berupa penelitian kuantitatif, menggunakan analisis debit saluran dan analisis debit rencana, survey kawasan banjir berdasarkan pengukuran terhadap ketinggian dan durasi banjir serta analisis kawasan kritis resapan dengan tumpang tindih peta kemiringan lereng, jenis tanah, potensi resapan alami dan pemanfaatan ruang. Hasil analisis diperoleh: I) saluran tidak mampu menampung debit rencana, sehingga perlu di redesign; 2) banjir disebabkan oleh tidak terpadunya sistem drainase, saluran tidak terpelihara, dan luapan air sungai; 3) Kota Kuala Simpang merupakan kawasan kritis resapan dengan tingkatan mulai kritis sampai agak kritis. Zona pelayanan drainase sepanjang 8,760.60 m (63,81% dari panjang saluran drainase yang ada) terdapat di kawasan kritis resapan seluas 110,921 Ha (54,27% dari total luas wilayah) belum berfungsi secara maksimal. Strategi manajemen tata air perkotaan dan manajemen kawasan kritis resapan perlu dilakukan dengan pendekatan struktural dan non struktural. Pendekatan Struktural adalah Redesign saluran drainase untuk menampung debit rencana, merekomendasikan untuk relokasi jalur (trase) saluran pada tempat yang sesuai dan memungkinkan, dan kawasan penghijauan (green belt). Pendekatan nonstruktural adalah penataan limbah rumah tangga. pemeliharaan saluran drainase menyatu dengan pengelolaan sampah perkotaan, perubahan perilaku agar tidak membuang sampah sembarangan dengan mengenakan denda (penegakan hukum), dan tidak menambah bagian rumah hingga menutupi drainase.
Kata kunci : penzonaaan pelayanan drainase, kawasan banjir, kawasan kritis resapan
Tidak Tersedia Deskripsi
PERENCANAAN EKO-DRAINASE DI KAWASAN GAMPONG KEURAMAT KOTA BANDA ACEH (MUNZIRWAN HABIBI, 2016)
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP LUAS DAERAH RESAPAN AIR DI SUB DAS LAUT TAWAR (Imam Cato Reyhan, 2019)
PENERAPAN SUMUR RESAPAN (EKO-DRAINASE) MELALUI PANEN HUJAN (RAINWATER HARVESTING) GUNA MENINGKATKAN KONSERVASI AIR TANAH DI FAKULTAS TEKNIK UNSYIAH BANDA ACEH (Rika Yulita, 2017)
ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN PENGHUNI PERUMAHAN JEULINGKE RESIDENCE PADA ASPEK JALAN, DRAINASE DAN ASPEK TRANSPORTASI (MUHAMMAD IQBAL, 2019)
PERBEDAAN DIMENSI SALURAN DRAINASE KOPELMA DARUSSALAM PADA LAHAN DENGAN DAN TANPA MEMANFAATKAN BIOPORI (Zaitun Humaira, 2014)