<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704703">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KETIDAKPASTIAN HUKUM PADA KLAUSULA KETERTIBAN UMUM DALAM PASAL 66 UU NO 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETARNSECARA PENGEKSEKUSI PUTUSAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. AZZUARDI AZRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Progam Studi Ilmu Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 &#13;
T. Azzuardi Azra&#13;
2025 &#13;
ANALISIS KETIDAKPASTIAN HUKUM PADA&#13;
KLAUSULA KETERTIBAN UMUM DALAM PASAL&#13;
66 UU NO 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE&#13;
DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA&#13;
SECARA PENGEKSEKUSI PUTUSAN&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(v, 63) pp., bibl.&#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dr. M. Adli. S.H. MCL.&#13;
Penelitian ini membahas mengenai ketidakpastian hukum yang timbul akibat&#13;
ketentuan klausula ketertiban umum dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor 30&#13;
Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, khususnya&#13;
dalam konteks pelaksanaan putusan arbitrase internasional di Indonesia. Ketentuan&#13;
tersebut memungkinkan pengadilan menolak pengakuan dan pelaksanaan putusan&#13;
arbitrase internasional apabila dianggap bertentangan dengan ketertiban umum.&#13;
Namun, tidak adanya definisi atau batasan yang jelas terhadap konsep &quot;ketertiban&#13;
umum&quot; menimbulkan ruang interpretasi yang luas bagi hakim, sehingga&#13;
berdampak pada inkonsistensi dan ketidakpastian hukum bagi para pelaku bisnis&#13;
internasional.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan asas ketertiban umum&#13;
dalam praktik eksekusi putusan arbitrase internasional serta menganalisis&#13;
implikasinya terhadap kepastian hukum di Indonesia. &#13;
Penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian yang&#13;
digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, serta&#13;
studi kasus.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan putusan arbitrase&#13;
internasional di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor pertentangan dengan&#13;
klausula ketertiban umum yang dipahami secara sempit untuk melindungi sendi–&#13;
sendi hukum serta kedaulatan negara dan faktor ketiadaan itikad baik para pihak.&#13;
Pengadilan negeri Indonesia hanya berwenang menolak atau menunda eksekusi&#13;
putusan tersebut sebagai bentuk penegakan kedaulatan dan kepastian hukum&#13;
nasional. Meskipun putusan arbitrase bersifat final dan mengikat, ruang untuk&#13;
pembatalan tetap diakui melalui ketentuan Reglement R.V. pasal 643 dan Pasal 70&#13;
UU No. 30/1999 yang merefleksikan ratifikasi Konvensi New York 1958. Namun,&#13;
interpretasi terhadap frasa “antara lain” dan kata “dapat” memunculkan perbedaan&#13;
penafsiran di kalangan praktisi dan hakim, sehingga diperlukan keseragaman&#13;
pemahaman dan kepastian prosedural agar mekanisme pembatalan tidak mengikis&#13;
prinsip finalitas arbitrase sekaligus menjaga keadilan para pihak.&#13;
Disarankan agar Mahkamah Agung bersama Kementerian Hukum sebaiknya&#13;
menyusun pedoman interpretatif yang konkret mengenai klausula ketertiban umum&#13;
sebagai acuan baku bagi hakim dalam menilai eksekusi putusan Arbitrase&#13;
Internasional. Serta disarankan agar setiap kontrak arbitrase internasional&#13;
hendaknya memuat klausul itikad baik dengan sanksi jelas bagi pihak yang&#13;
mencoba menolak atau menunda eksekusi putusan secara abusif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704703</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 09:35:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 10:04:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>