TRANSFORMASI SPASIAL PEMUKIMAN MASA DEPAN DAN STRATEGI PENGENDALIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

TRANSFORMASI SPASIAL PEMUKIMAN MASA DEPAN DAN STRATEGI PENGENDALIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Kiki Setiawati - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yusria Darma - 197301301999031002 - Dosen Pembimbing I
M. Isya - 196204111989031002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2204201010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

TRANSFORMASI SPASIAL PEMUKIMAN MASA DEPAN DAN STRATEGI PENGENDALIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH

Oleh :
Kiki Setiawati
NIM. 2204201010013

Komisi Pembimbing :
1. Dr. Ir. Yusria Darma, S.T., M.Eng.Sc
2. Dr. Ir. M. Isya, M.T. IPU

ABSTRAK
Pertumbuhan Kota Banda Aceh, khususnya di Kecamatan Kuta Alam, memperlihatkan transformasi spasial yang signifikan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Keterbatasan lahan di pusat kota serta tingginya harga tanah mendorong ekspansi pembangunan ke wilayah pinggiran, sehingga memicu konversi lahan terbuka dan tambak perikanan menjadi kawasan permukiman maupun ruang terbangun lainnya. Kecamatan Kuta Alam, sebagai wilayah dengan populasi terbesar, menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan ruang, terutama pada kawasan pesisir yang berkembang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi spasial akibat perkembangan permukiman dan merumuskan strategi pengendalian berbasis konsep sustainable settlement. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial dengan teknik overlay menggunakan Geographic Information System (GIS) untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan kesesuaiannya dengan rencana tata ruang, pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami dinamika sosial-ekonomi masyarakat, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) yang melibatkan sembilan responden ahli dalam menentukan prioritas strategi pengendalian. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2016–2023 terjadi peningkatan kawasan permukiman di Kecamatan Kuta Alam sebesar 55,12 Ha, yaitu dari 151,82 Ha pada tahun 2016 menjadi 206,94 Ha pada tahun 2023 atau mencapai 23,05% dari luas wilayah Kecamatan Kuta Alam. Overlay terhadap RDTR memperlihatkan bahwa perkembangan tersebut 74,37% sesuai, 19,71% belum sesuai, dan 5,71% tidak sesuai dengan arahan tata ruang. Sementara itu, hasil AHP menunjukkan bahwa kondisi alam menjadi kriteria dominan dengan bobot rata-rata eigen 0,379. Strategi prioritas yang dihasilkan meliputi peninjauan kembali rencana tata ruang (0,439), pemenuhan infrastruktur permukiman (0,291), penyediaan ruang publik (0,162), dan penguatan komunitas lokal (0,108).

Kata kunci: Transformasi Spasial, Permukiman, GIS, AHP, Sustainable Settlement

SPATIAL TRANSFORMATION OF FUTURE SETTLEMENTS AND SUSTAINABLE CONTROL STRATEGIES IN KUTA ALAM DISTRICT, BANDA ACEH CITY By: Kiki Setiawati Student Reg. No. 2204201010013 Supervisory Comission: 1. Dr. Ir. Yusria Darma, S.T., M.Eng.Sc 2. Dr. Ir. M. Isya, M.T., IPU ABSTRACT The growth of Banda Aceh City, particularly in Kuta Alam District, demonstrates a significant spatial transformation in line with increasing population and economic activities. The limited availability of land in the city center and the rising land prices have driven development expansion towards the suburban areas, triggering the conversion of open land and fishponds into residential areas and other built-up spaces. As the district with the largest population, Kuta Alam faces serious challenges in spatial management, especially in the rapidly developing coastal zones. This study aims to analyze the spatial transformation caused by settlement development and formulate control strategies based on the concept of sustainable settlement. The methods applied include spatial analysis using overlay techniques with Geographic Information System (GIS) to identify land-use changes and their conformity with spatial planning, a descriptive qualitative approach to understand the socio-economic dynamics of the community, and the Analytical Hierarchy Process (AHP) involving nine expert respondents to determine the priority of control strategies. The spatial analysis results reveal that between 2016 and 2023, residential areas in Kuta Alam District increased by 55.12 hectares, from 151.82 hectares in 2016 to 206.94 hectares in 2023, representing 23.05% of the district’s total area. The overlay with the Detailed Spatial Plan (RDTR) shows that 74.37% of this development is consistent, 19.71% is partially inconsistent, and 5.71% is non-compliant with spatial planning directives. Meanwhile, the AHP results indicate that natural conditions are the dominant criterion with an average eigenvalue weight of 0.379. The priority strategies identified are: revisiting the spatial plan (0.439), fulfilling settlement infrastructure (0.291), providing public spaces (0.162), and strengthening local communities (0.108). Keywords: Spatial Transformation, Settlement, GIS, AHP, Sustainable Settlement

Citation



    SERVICES DESK