PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, SUKU BUNGA DAN INFLASI TERHADAP PERMINTAAN UANG DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, SUKU BUNGA DAN INFLASI TERHADAP PERMINTAAN UANG DI INDONESIA


Pengarang

RAIZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fitriyani - 199204122018032001 - Dosen Pembimbing I
WERI 196405251989031026 - - - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2101101010059

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan inflasi terhadap permintaan uang di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) berdasarkan data kuartal periode 2003–2024 yang bersumber dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan uang. Sedangkan dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi pada lag ketiga berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan uang, namun pada lag empat berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan uang. Suku bunga dalam jangka panjang tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan uang, namun dalam jangka pendek, suku bunga berpengaruh positif dan signifikan. Suku bunga pada lag pertama berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan uang. Sedangkan Inflasi tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap permintaan uang dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek pengaruhnya cenderung berfluktuasi meskipun tetap tidak signifikan. Koefisien Error Correction Term (ECT) signifikan dengan tanda negatif, yang mengindikasikan adanya mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Atas dasar hasil penelitian ini, disarankan agar Pemerintah dan bank sentral bersama mengontrol permintaan uang dengan cara memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan tekanan inflasi atau ketidakseimbangan moneter. Bank Indonesia perlu memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas harga dengan melakukan pengendalian inflasi melalui kebijakan suku bunga (BI Rate) serta dalam konsistensi kebijakan moneter perlu dipertahankan agar jika terjadi shock, maka permintaan uang akan kembali menuju keseimbangan dalam jangka panjang.

This study aims to analyze the influence of economic growth, interest rates, and inflation on money demand in Indonesia. The research employs the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method using quarterly data from 2003 to 2024, sourced from Statistics Indonesia (BPS) and Bank Indonesia. The results indicate that, in the long run, economic growth has a positive and significant effect on money demand. In the short run, economic growth at the third lag has a positive and significant effect on money demand, while at the fourth lag it has a negative and significant effect. Interest rates, in the long run, do not have a significant effect on money demand; however, in the short run, interest rates have a positive and significant effect. Interest rates at the first lag show a negative and significant relationship with money demand. Meanwhile, inflation does not have a significant impact on money demand in the long run, and in the short run, its effect tends to fluctuate, though it remains insignificant. The coefficient of the Error Correction Term (ECT) is significant and negative, indicating the presence of an adjustment mechanism toward long-run equilibrium. Based on these findings, it is recommended that the government and the central bank jointly manage money demand by ensuring adequate liquidity so that economic growth does not create inflationary pressures or monetary imbalances. Bank Indonesia needs to strengthen its role in maintaining price stability by controlling inflation through interest rate policy (BI Rate). Moreover, consistency in monetary policy should be maintained so that in the event of a shock, money demand will return to its long-run equilibrium.

Citation



    SERVICES DESK