<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704575">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, SUKU BUNGA DAN INFLASI TERHADAP PERMINTAAN UANG DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAIZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan inflasi terhadap permintaan uang di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) berdasarkan data kuartal periode 2003–2024 yang bersumber dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan uang. Sedangkan dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi pada lag ketiga berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan uang, namun pada lag empat berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan uang. Suku bunga dalam jangka panjang tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan uang, namun dalam jangka pendek, suku bunga berpengaruh positif dan signifikan. Suku bunga pada lag pertama berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan uang. Sedangkan Inflasi tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap permintaan uang dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek pengaruhnya cenderung berfluktuasi meskipun tetap tidak signifikan. Koefisien Error Correction Term (ECT) signifikan dengan tanda negatif, yang mengindikasikan adanya mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Atas dasar hasil penelitian ini, disarankan agar Pemerintah dan bank sentral bersama mengontrol permintaan uang dengan cara memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan tekanan inflasi atau ketidakseimbangan moneter. Bank Indonesia perlu memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas harga dengan melakukan pengendalian inflasi melalui kebijakan suku bunga (BI Rate) serta dalam konsistensi kebijakan moneter perlu dipertahankan agar jika terjadi shock, maka permintaan uang akan kembali menuju keseimbangan dalam jangka panjang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MONEY - ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DEMAND</topic>
 </subject>
 <classification>332.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704575</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 15:37:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 15:59:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>