<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704547">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS AIR TANAH BERDASARKAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA AIR TANAH DI DAERAH GAMPONG ALUE TEH, KECAMATAN BIREMBAYEUN, KABUPATEN ACEH TIMUR, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Asyura</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegiatan pemetaan geologi serta analisis kualitas air tanah dilaksanakan di wilayah Kecamatan &#13;
Birembayeun, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, yang secara geografis terletak pada koordinat &#13;
97°50’9,88” – 97°52’52,32” LU dan 4°27’52,78” – 4°30’35,56” BT, dengan luas wilayah pemetaan &#13;
sekitar ±25 km². Penelitian ini bertujuan utama untuk memetakan kondisi geologi permukaan serta &#13;
menganalisis kualitas air tanah berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia. Berdasarkan geologi regional &#13;
pada Lembar Langsa, daerah penelitian tersusun atas tiga formasi yang diurutkan dari yang tertua &#13;
ke termuda, yaitu Formasi Baong (Tmb), terdiri atas satuan batulumpur gampingan, batupasir, dan &#13;
batupasir mengandung glaukonit; Formasi Keutapang (Tuk), terdiri atas satuan batupasir, batupasir &#13;
mengandung karbon, batulumpur, dan sedikit konglomerat; serta Formasi Seureula (Tps), terdiri atas &#13;
satuan selang-seling batupasir dan batulumpur. Mineral penyusun formasi tersebut memengaruhi &#13;
kandungan unsur kimia yang dapat berdampak pada kualitas air tanah. Metode pemetaan geologi &#13;
mencakup pengumpulan data primer melalui observasi langsung di lapangan, yang meliputi &#13;
deskripsi batuan, pengamatan geomorfologi, dan analisis petrogenesa menggunakan sayatan tipis &#13;
batuan. Sedangkan untuk penentuan kualitas air tanah, penelitian dilakukan melalui analisis &#13;
geokimia dengan menggunakan Diagram Stiff, kemudian dievaluasi berdasarkan standar kualitas air &#13;
menurut Permenkes No. 492/MENKES/PER/IV/2010 untuk menilai kelayakan air sebagai sumber &#13;
air minum dan air bersih. Hasil penelitian menghasilkan berbagai peta, antara lain peta &#13;
geomorfologi, peta pola aliran, peta lintasan, peta geologi, peta kedalaman muka air tanah, peta arah &#13;
aliran air tanah, peta sebaran kualitas air tanah yang dianalisis menggunakan Diagram Stiff, serta &#13;
kolom stratigrafi daerah penelitian. Pemetaan geologi mengidentifikasi 76 titik singkapan yang &#13;
dikelompokkan menjadi empat satuan batuan, yaitu: Satuan Batulumpur Gampingan (Tmb), Satuan &#13;
Batupasir Keutapang (Tuk), dan Satuan Batupasir Seureula (Tps). Analisis geomorfologi &#13;
menunjukkan tiga satuan bentuk bentang alam di wilayah penelitian, yaitu Satuan Dataran &#13;
Denudasional (D5), Satuan Perbukitan dan Lereng Denudasional dengan erosi kecil (D1), serta &#13;
Satuan Bentang Alam Struktural (S2). Pada pemetaan hidrogeologi, kedalaman muka air tanah di &#13;
tiga sumur yang tersebar di daerah penelitian berkisar antara 4–6 meter. Hasil pengujian &#13;
laboratorium menunjukkan nilai pH antara 6,9–7,2, yang mengindikasikan air memiliki tingkat &#13;
keasaman normal; nilai daya hantar listrik (DHL) berkisar 73–152 µS/cm, menunjukkan air masih &#13;
layak digunakan; serta nilai total zat terlarut (TDS) berkisar 38–60 ppm, yang memenuhi persyaratan &#13;
kualitas air minum dan air bersih. Berdasarkan analisis geokimia yang diplot pada Diagram Stiff, &#13;
disimpulkan bahwa Sumur 1 dan Sumur 3 termasuk tipe kalsium klorida, sedangkan Sumur 2 &#13;
termasuk tipe sodium klorida.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GEOLOGICAL SURVEYS - SPECIFIC AREAS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GROUND SURVEYING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GROUNDWATER -WATER SUPPLY ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>628.114</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704547</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 14:59:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 15:53:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>