<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704495">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN KRIM EKSTRAK TERIPANG HITAM (HOLOTHURIIDAE) TERHADAP ELASTIN DAN INTERLEUKIN 10 PADA KULIT TIKUS YANG TERPAPAR RADIASI ULTRAVIOLET B</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Devi Yusfita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Radiasi ultraviolet B (UVB) merupakan salah satu penyebab utama penuaan kulit&#13;
dini (photoaging) melalui induksi stres oksidatif, inflamasi, dan degradasi matriks&#13;
ekstraseluler seperti serat elastin. Teripang hitam (Holothuriidae) diketahui&#13;
mengandung senyawa bioaktif, seperti saponin, glikosaminoglikan, kolagen, dan&#13;
antioksidan, yang berpotensi memberikan efek fotoprotektif dan antiinflamasi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian krim ekstrak&#13;
teripang hitam terhadap jumlah serabut elastin dan kadar interleukin-10 (IL-10)&#13;
pada kulit tikus yang terpapar radiasi UVB. Penelitian eksperimental ini&#13;
menggunakan 16 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi empat kelompok:&#13;
KI (kontrol negatif: UVB + basis krim), KII (kontrol positif: UVB + krim vitamin&#13;
C 3%), KIII (UVB + krim ekstrak teripang 2,5%), dan KIV (UVB + krim ekstrak&#13;
teripang 5%). Krim dioleskan sebanyak 0,5 mg/cm² pada punggung tikus 20 menit&#13;
sebelum penyinaran, dengan paparan UVB diberikan 3 kali/minggu selama 4&#13;
minggu. Morfologi dan jumlah serabut elastin dianalisis melalui pewarnaan&#13;
Verhoeff–Van Gieson, sedangkan kadar IL-10 diukur menggunakan metode ELISA.&#13;
Hasil menunjukkan bahwa krim ekstrak teripang hitam secara signifikan&#13;
meningkatkan jumlah serabut elastin (6,200 ± 0,811) dan IL-10 (101,544 ± 12,54)&#13;
dibandingkan kelompok kontrol negatif (p &lt; 0,05), terutama pada konsentrasi 5%.&#13;
Secara histologis, terlihat perbaikan morfologi serabut elastin pada kelompok&#13;
perlakuan KIII dan KIV. Krim ekstrak Holothuriidae memiliki efek protektif&#13;
terhadap kerusakan elastin dan mampu meningkatkan ekspresi IL-10 pada kulit&#13;
tikus yang terpapar UVB. Temuan ini mendukung potensi penggunaan teripang&#13;
hitam sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit anti-photoaging.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704495</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 12:52:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 14:34:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>