<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704487">
 <titleInfo>
  <title>STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP KOMUNITAS LGBT DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jasirun Junaidi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman komunitas LGBT (Lesbian,&#13;
Gay, Biseksual, dan Transgender) di Kota Banda Aceh dalam menghadapi&#13;
diskriminasi, bentuk-bentuk diskriminasi yang mereka alami, serta faktor-faktor&#13;
yang memengaruhi pandangan masyarakat terhadap keberadaan mereka.&#13;
Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data&#13;
diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, mahasiswa,&#13;
masyarakat umum, serta anggota komunitas LGBT. Analisis penelitian ini&#13;
menggunakan teori labeling dari Howard Becker yang menekankan bahwa&#13;
penyimpangan muncul bukan dari tindakan itu sendiri, melainkan dari pemberian&#13;
label negatif oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas&#13;
LGBT di Banda Aceh banyak mengalami diskriminasi dalam bentuk pengucilan&#13;
sosial, stigma negatif, penolakan dalam dunia kerja, diskriminasi pendidikan dan&#13;
layanan kesehatan, serta sanksi hukum melalui Qanun Jinayat. Faktor yang&#13;
memengaruhi pandangan masyarakat mencakup pemahaman agama, norma adat,&#13;
pola sosialisasi dalam keluarga, lingkungan sosial, pendidikan, serta media lokal&#13;
yang memperkuat stigma. Label negatif yang dilekatkan masyarakat membuat&#13;
komunitas LGBT mengalami marginalisasi dan tekanan psikologis, sehingga sulit&#13;
memperoleh ruang hidup yang setara. Meskipun demikian, ditemukan adanya&#13;
pandangan lebih moderat dari sebagian kalangan muda yang mulai&#13;
mempertanyakan perlakuan diskriminatif, meskipun tetap tidak sepenuhnya&#13;
menerima keberadaan LGBT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diskriminasi&#13;
terhadap komunitas LGBT di Banda Aceh merupakan konsekuensi dari proses&#13;
pelabelan sosial yang dilembagakan melalui norma agama, adat, dan hukum.&#13;
Kata Kunci: LGBT, Diskriminasi, Teori Labeling, Fenomenologi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PHENOMENOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEXUAL ORIENTATION - SOCIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>306.76</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704487</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 12:41:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 14:51:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>