<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704407">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMALISASI KEPUASAN KERJA KARYAWAN LAUNDRY MELALUI PENDEKATAN MESOERGONOMI DAN SISTEM DINAMIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Safriza Naufal Amzad Ahmad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Industri laundry di Indonesia berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan layanan pencucian yang cepat. Namun, industri ini menghadapi tantangan, seperti sulitnya menjaga loyalitas dan motivasi karyawan akibat keterbatasan sumber daya. Maka untuk mengatasi kendala tersebut solusinya adalah dengan memberikan kepuasan kerja yang baik bagi karyawannya. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kepuasan kerja karyawan laundry melalui pendekatan Mesoergonomi dan sistem dinamik, dengan studi kasus pada sepuluh usaha laundry di Kota Banda Aceh, terdiri dari lima laundry koin dan lima laundry kiloan yang memiliki minimal tiga karyawan, telah beroperasi lebih dari satu tahun, dan menggunakan kombinasi tenaga manusia dan teknologi. Sebanyak 30 karyawan dipilih secara purposive sampling sebagai responden karena terlibat langsung dalam proses kerja harian dan memiliki pengalaman minimal enam bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert 1–5, dikonversi ke skala 0–100, dan dimodelkan menggunakan Vensim dalam bentuk Causal Loop Diagram dan Stock and Flow Diagram. Simulasi dilakukan selama 12 bulan. Pada skenario awal, kepuasan kerja meningkat dari 50,00 menjadi 90,31, mencerminkan penguatan alami antar dimensi sistem. Skenario 1, dengan peningkatan apresiasi sosial dan keadilan tugas sebesar 20 poin, menghasilkan pertumbuhan tercepat, mencapai 99,07 pada bulan ke-11. Sebaliknya, Skenario 2, dengan peningkatan kelelahan kerja dan kerusakan alat sebesar 20 poin, memperlambat pertumbuhan kepuasan kerja hingga 83,44. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi terpadu pada faktor manusia dan manajemen merupakan titik ungkit paling strategis untuk meningkatkan kepuasan kerja, terutama melalui persepsi keadilan dan penghargaan terhadap kontribusi kerja namun sensitif terhadap gangguan teknis dan beban psikologis, sehingga intervensi berbasis manusia dan manajemen lebih efektif dibandingkan penanganan teknis.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Mesoergonomi, Sistem Dinamik, Kepuasan kerja, Simulasi, Laundry&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704407</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 09:40:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 09:53:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>