<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704361">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN BIJI LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) PADA TEMPE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KhalifahSyahri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Khalifah Syahri (2025). Pemanfaatan Biji Lamtoro (Leucaena leucocephala). [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Yuli Heirina Hamid, S.Pd., M.Si dan Dra. Zuraini M, M.Pd.&#13;
&#13;
Lamtoro yang dikenal di Indonesia sebagai petai cina atau petai selong merupakan tanaman dari suku kacang-kacangan. Tempe adalah produk makanan hasil fermentasi dari kacang kedelai atau berbagai macam jenis kacang-kacangan lainnya dengan menggunakan bantuan jamur Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae yang terdapat pada ragi tempe. Tujuan penelitian ini untuk: (1) mengetahui pengaruh penggunaan biji lamtoro terhadap karakteristik organoleptik pada tempe biji lamtoro, (2) menstandarisasikan resep tempe biji lamtoro, (3) mengetahui pengaruh penggunaan biji lamtoro terhadap daya terima konsumen pada tempe biji lamtoro. Jenis penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Uji organoleptik dilakukan oleh 4 panelis narasumber dan uji penerimaan dilakukan oleh 30 panelis konsumen mahasiswa/I USK. Teknik pengolahan data menggunakan alat penelitian yaitu sensory evaluation card dan hedonic scale. Data dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kepada panelis narasumber diperoleh nilai tertinggi yaitu tempe biji lamtoro 40 gr (TBL193) dengan nilai dari segi warna (5,75) dengan keterangan sedikit golden brown, dari segi aroma (5,75) dengan keterangan sedikit harum tempe, dari segi tekstur (6,25) dengan keterangan renyah dan dari segi rasa (5,5) dengan keterangan sedikit gurih. Resep standar tempe biji lamtoro adalah: 40 gr biji lamtoro muda, 15 gr tepung beras, 5 gr ragi tempe. Nilai rata-rata hasil uji panelis konsumen diperoleh nilai tertinggi yaitu tempe biji lamtoro 40 gr (TBL193) dengan nilai dari segi warna (3,61) dengan keterangan netral, dari segi aroma (3,63) dengan keterangan netral, dari segi tekstur (3,5) dengan keterangan netral, dari segi rasa (3,51) dengan keterangan netral. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh karakteristik organoleptik terhadap tempe biji lamtoro dan adanya pengaruh daya terima konsumen terhadap tempe biji lamtoro sehingga dengan demikian hipotesis diterima.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Tempe, Biji Lamtoro, Uji Organoleptik, Panelis Konsumen</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704361</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 20:51:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-23 09:34:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>