ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK RUMAH MAKANRNTERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PEMERINTAHRNKOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK RUMAH MAKANRNTERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PEMERINTAHRNKOTA BANDA ACEH


Pengarang

RAMA ULZIA FITRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurul Kamaly - 199503262022032011 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2010104010105

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pajak rumah makan menjadi salah satu sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) untuk meningkatkan pertumbuhan daerah, termasuk di Kota Banda Aceh.
Namun sejak tahun 2020 hingga 2024, meskipun terjadi peningkatan jumlah rumah
makan, tetapi realisasi penerimaan pajak selalu dibawah nilai 40%, yang berarti
masih terdapat sumber pajak yang belum diserap secara baik. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menganalisis pengelolaan pajak rumah makan terhadap PAD
pemerintah Kota Banda Aceh dan mengetahui faktor penghambat pelaksanaannya.
Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah analisis kebijakan,
konsep pendapatan asli daerah dan konsep pengelolaan pajak. Metode penelitian ini
adalah kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan pengelolaan kontribusi pajak
rumah makan terhadap PAD Kota Banda Aceh telah berjalan secara regulatif dan
normatif, namun signifikansinya masih memerlukan perbaikan kedepan. Sebab
terjadi ketimpangan antara realisasi dan target penerimaan pajak karena
keterampilan teknis dari para petugas BPKK yang belum adaptif. Kemudian
pengukuran kinerja pemungutan pajak masih terlalu normatif karena tidak memiliki
standar yang ketat, sehingga efektivitas dan efisiensi kinerja instansi relatif rendah.
Persepsi dari pelaku usahapun menunjukkan minimnya manfaat capaian teknis
karena belum menjadi dampak strategis yang dirasakan secara luas yang membuat
tidak tercapainya proporsionalitas dan responsifitas instansi terhadap pemungutan
pajak tersebut. Selain itu, teridentifikasi faktor penghambat penerimaan pajak
rumah makan yaitu karena rendahnya kontribusi dan kesadaran pajak pemilik
rumah makan dan faktor terakhir adalah karena adanya kompleksitas regulasi
pemungutan pajak yang membuat rendahnya penyerapan pajak rumah makan.
Saran penelitian ini adalah perlu adanya perbaikan dari sisi pengawasan kinerja
intansi BPKK, penyederhanaan proses pemungutan pajak dan peningkatan
intensitas sosialisasi dan mengharapkan agar para pemilik rumah makan
meningkatkan kesadaran dan kepatuhan membayar pajak.
Kata Kunci: Kontribusi, Pajak Rumah Makan, Pendapatan Asli Daerah.

ABSTRACT Restaurant tax is one of the sources of local revenue (PAD) aimed at promoting regional development, including in Banda Aceh City. However, from 2020 to 2024, despite an increase in the number of restaurants, the actual tax revenue consistently remained below 40%, indicating that many potential tax sources have not been effectively absorbed. The objective of this study is to analyze the management of restaurant tax in relation to Banda Aceh City's PAD and to identify the inhibiting factors in its implementation. The theories used in this research include policy analysis, the concept of local revenue, and tax management. This study uses a qualitative research method. The findings show that the management of restaurant tax contributions to Banda Aceh’s PAD has been carried out in a regulatory and normative manner; however, its significance still requires improvement. There is a gap between the realization and the targeted tax revenue, mainly due to the lack of adaptive technical skills among BPKK officers. Furthermore, the measurement of tax collection performance remains overly normative, as it lacks strict standards, resulting in relatively low institutional effectiveness and efficiency. Restaurant owners also perceive limited tangible benefits from the technical achievements of tax collection, as they have yet to generate a broad strategic impact. This leads to the absence of proportionality and responsiveness from the institution in tax collection. Additionally, the study identified several inhibiting factors: low contribution and tax awareness among restaurant owners, and the complexity of tax regulations, which contributes to the low absorption of restaurant tax. This study suggests improving BPKK's performance monitoring, simplifying tax collection procedures, increasing the frequency of public outreach, and encouraging restaurant owners to enhance their awareness and compliance in paying taxes. Keywords: Contributions, Restaurant Taxes, Local Revenue

Citation



    SERVICES DESK