<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704343">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS LEBAH MADU  APIS CERANA DAN APIS MELLIFERA SEBAGAI PENYERBUK TANAMAN KOPI ARABIKA PADA PERIODE WAKTU PENGAMATAN YANG BEBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Haikal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan bernilai ekonomis tinggi di Indonesia, dengan kopi arabika (Coffea arabica L.) menjadi jenis unggulan yang dibudidayakan terutama di dataran tinggi. Kabupaten Bener Meriah di Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah penghasil utama kopi arabika, dengan luas lahan perkebunan mencapai 36.000 hektar. Untuk meningkatkan hasil produksi kopi, pemanfaatan layanan jasa ekosistem berupa penyerbukan oleh serangga, khususnya lebah madu, sangat diperlukan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem integrasi lebah madu di lahan kopi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Maret 2025 di kebun kopi dengan sistem integrasi lebah madu di Desa Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Pengamatan dilakukan pada 40 tanaman kopi menggunakan metode focal sampling, dengan parameter yang diamati meliputi jumlah bunga yang dikunjungi per tanaman (foraging rate), lama kunjungan per bunga (handling time), dan total waktu kunjungan per tanaman.&#13;
	Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah bunga yang dikunjungi per tanaman oleh lebah A. cerana tidak berbeda nyata (F = 2,103, df = 119, P = 0,126) antar waktu pengamatan yaitu pagi, siang dan sore hari dengan kisaran 3 – 18 bunga kopi per tanaman, (rata-rata 8,3 bunga) di pagi hari, berkisar 2 – 19 bunga kopi per tanaman (rata-rata 6,75 bunga) di siang hari dan antara 3 – 22 bunga kopi per tanaman (rata-rata 9 bunga) pada sore hari. Jumlah bunga yang dikunjungi oleh lebah A. mellifera juga tidak berbeda nyata (F = 0,265, df = 119, P = 0,766) antar waktu pengamatan. Jumlah bunga yang dikunjungi pada pagi hari berkisar 3 – 21 bunga kopi per tanaman (rata-rata 8,8 bunga), pada siang hari berisar 2 – 21 bunga kopi per tanaman (rata-rata 8,25 bunga) dan pada sore hari berkisar 2 – 28 bunga kopi per tanaman (rata-rata 9,15 bunga). Lama kunjungan per bunga oleh lebah A. cerana tidak berbeda nyata (F = 2,012, df = 119, P = 0,138) antar waktu pengamatan yaitu pagi, siang dan sore hari. Rata-rata lama kunjungan per bunga adalah 7,83 detik pada pagi hari, 4,81 detik pada siang hari, dan 8,14 detik pada sore hari. Lama kunjungan per bunga oleh lebah A. mellifera juga tidak berbeda nyata (F = 0,778, df = 119, P = 0,461) antar waktu pengamatan. Rata-rata lama kunjungan per bunga adalah 7,83 detik pada pagi hari, 4,81 detik pada siang hari, dan 8,14 detik pada sore hari. Total waktu kunjungan per tanaman oleh lebah A. cerana tidak berbeda nyata (F = 0,207, df = 119, P = 0,812) antar waktu pengamatan dengan rata-rata 81,59 detik per tanaman pada pagi hari, 90,92 detik di siang hari, dan 88,38 detik pada sore hari. Total waktu kunjungan per tanaman oleh lebah A. mellifera juga tidak berbeda nyata (F = 0,778, df = 119, P = 0,461) antar waktu pengamatan dengan rata-rata 94,46 detik per tanaman pada pagi hari, 75,82 detik pada siang hari dan 88,27 detik pada sore hari. &#13;
Hasil uji T pada kedua spesies yaitu A. cerana dan A. mellifera menunjukkan perbedaan nyata pada parameter lama kunjungan per bunga di pagi hari (P = 0,04, t = 2,012, df = 78), namun tidak berbeda nyata pada siang hari (P = 0,564, t = -0,578, df = 78) dan sore hari (P = 0,345, t = 0,949, df = 78). Pada parameter lainnya yaitu jumlah bunga yang dikunjungi per tanaman dan total waktu kunjugan per tanaman tidak berbeda nyata antar kedua spesies tersebut. Kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya sangat menentukan aktivitas lebah. Aktivitas akan menurun pada suhu yang kurang dari 20 atau saat hujan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa baik Apis cerana maupun Apis mellifera merupakan penyerbuk yang aktif terhadap tanaman kopi arabika dan menunjukkan pola aktivitas yang cenderung meningkat pada sore hari. Sistem integrasi lebah madu di kebun kopi tidak hanya berkontribusi pada proses penyerbukan, tetapi juga mendukung keberadaan keanekaragaman serangga penyerbuk lainnya dalam satu ekosistem pertanian yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HONEYBEES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>POLLINATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>633.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704343</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 19:18:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-11 10:42:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>