<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704285">
 <titleInfo>
  <title>KONSTRUKSI IDENTITAS PASCA PERJANJIAN DAMAI MOU HELSINKI DI KECAMATAN TAPAKTUAN (STUDI KASUS MOBILISASI MASSA PADA PILKADA KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2024)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROHIDH ALBAAR FARID</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasca MoU Helsinki antara GAM dan Pemerintah Republik Indonesia, pemetaan politik di Aceh mengalami pergeseran signifikan. Dibeberapa Kabupaten dan Kota termasuk di Kecamatan Tapaktuan, aktor politik yang merupakan eks-GAM yang umumnya memiliki basis pemilih yang kuat, gagal memperoleh kemenangan baik itu pada kontestasi pemilihan legislatif maupun pemilihan Kepala Daerah. Bahkan pada Pilkada Aceh Selatan 2024 yang lalu, pemenang secara agregat di Aceh Selatan maupun pemenang di Kecamatan Tapaktuan adalah kandidat yang tidak didukung kekuatan politik partai lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konstruksi identitas pasca MoU Helsinki dalam mobilisasi masyarakat Tapaktuan di Pilkada Aceh Selatan 2024. Penelitian ini dikaji dengan teori identitas politik dan mobilisasi politik. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa konstruksi identitas masyarakat Tapaktuan dibangun berdasarkan memori kolektif kebudayaan yang kemudian berasimilasi secara lintas etnis dan dipengaruhi adanya modernisasi wilayah sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Kabupaten. Disamping itu, gerakan politik lokal yang berbasis perjuangan etnis yang semula merupakan bekas perjuangan bersenjata dalam hal ini Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menstimulasi kekuatan politiknya kedalam partai politik lokal. Konteks tersebut menciptakan dinamika politik etnis di Tapaktuan semakin beragam terutama pada Pilkada 2024, sebab terdapat kandidat yang diusung oleh partai politik lokal dengan narasi kampanye politik dengan tema tersebut dalam memobilisasi pilihan politik masyarakat melalui elit-elit politik yang ada. Namun merujuk pada konstruksi identitas masyarakat Tapaktuan yang moderat, kemenangan pada wilayah ini diraih oleh pasangan calon atas nama Mirwan dan Baital Mukadis yang berhasil mengagregasi pilihan politik masyarakat melalui narasi politik jalan tengah. Saran penelitian ini terutama kepada para pegiat politik praktis agar dapat memperhatikan konteks sosial politik masyarakat untuk membangun narasi maupun strategi politik. Sebab masyarakat yang cenderung moderat, relatif menolak politisasi etnis.&#13;
Kata Kunci: Identitas Masyarakat Tapaktuan, Mobilisasi Pemilih, Pilkada Aceh Selatan 2024.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704285</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 15:23:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 15:56:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>