ANALISIS KETERAMPILAN MEMBATIK SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN SENI TRADISIONAL SISWA PROGRAM KEAHLIAN ILMU TEKSTIL SMKN 1 MESJID RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KETERAMPILAN MEMBATIK SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN SENI TRADISIONAL SISWA PROGRAM KEAHLIAN ILMU TEKSTIL SMKN 1 MESJID RAYA


Pengarang

Asfi Raihan Nur - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fadhilah - 196102111986032001 - Dosen Pembimbing I
Fitriana - 196701101994032003 - Dosen Pembimbing II
Novita - 198011092006042001 - Penguji
Rosmala Dewi - 196410161989032002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2106104010039

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP PKK., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis, estetis,
dan filosofi tinggi, namun kini menghadapi tantangan pelestarian akibat pengaruh
globalisasi dan menurunnya minat generasi muda. SMKN 1 Mesjid Raya melalui
Program Keahlian Ilmu Tekstil berperan dalam mengembangkan keterampilan
membatik sebagai bentuk pelestarian seni tradisional. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat keterampilan membatik siswa
serta memahami peran keterampilan tersebut dalam pelestarian seni batik di
lingkungan sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif
dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur,
observasi langsung, dan dokumentasi dengan melibatkan 14 siswa kelas XI
Program Keahlian Ilmu Tekstil dan seorang guru pembimbing membatik di
SMKN 1 Mesjid Raya. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif
secara naratif dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat
keterampilan membatik siswa pada setiap tahapan proses, mulai dari pembuatan
pola, penjiplakan, pencantingan, pewarnaan, hingga pelorodan. Sebagian besar
siswa telah menguasai tahapan awal dengan baik dan mampu mengerjakan proses
membatik secara mandiri, meskipun pada tahap teknik yang memerlukan
ketelitian tinggi seperti pencantingan dan pewarnaan masih diperlukan bimbingan
intensif. Pembelajaran membatik telah berhasil menanamkan nilai-nilai budaya,
ketekunan, kreativitas, dan rasa bangga terhadap identitas budaya Indonesia.
Sebagai upaya menjamin keberlanjutan pelestarian ini, diperlukan penguatan
motivasi siswa, pengoptimalan metode pembelajaran, peningkatan fasilitas
praktik, dan penambahan waktu latihan yang memadai agar seluruh tahapan
membatik dapat dikuasai secara mandiri dan berkualitas. Sehubungan dengan itu,
SMKN 1 Mesjid Raya berkontribusi signifikan sebagai institusi pendidikan vokasi
yang mendukung pelestarian budaya lokal melalui pengembangan keterampilan
membatik.
Kata kunci: keterampilan membatik, pelestarian budaya, seni tradisional, SMKN
1 Mesjid Raya.

Batik is an Indonesian cultural heritage that has high historical, aesthetic, and philosophical value, but now faces preservation challenges due to the influence of globalization and declining interest of the younger generation. SMKN 1 Mesjid Raya through the Textile Science Expertise Program plays a role in developing batik skills as a form of preserving traditional art. This research aims to identify and analyze the level of batik skills of students and understand the role of these skills in the preservation of batik art in the school environment. The type of research used is qualitative descriptive with a case study approach. Data was collected through structured interviews, direct observations, and documentation involving 14 grade XI students of the Textile Science Expertise Program and a batik supervisor at SMKN 1 Mesjid Raya. Data analysis uses a narrative qualitative descriptive method and data triangulation. The results of the study show variations in the level of students' batik skills at each stage of the process, from pattern making, plagiarism, embroidery, coloring, to peloroding. Most of the students have mastered the initial stages well and are able to work on the batik process independently, although at the technical stage that requires high precision such as embroidery and dyeing, intensive guidance is still needed. Batik learning has succeeded in instilling cultural values, perseverance, creativity, and a sense of pride in Indonesian cultural identity. To ensure the sustainability of this preservation, it is necessary to strengthen student motivation, optimize learning methods, improve practice facilities, and add adequate practice time so that all stages of batik can be mastered independently and with quality. Thus, SMKN 1 Mesjid Raya contributes significantly as a vocational education institution that supports the preservation of local culture through the development of batik skills. Keywords: Batik skills, cultural preservation, traditional arts, SMKN 1 Mesjid Raya.

Citation



    SERVICES DESK