<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704217">
 <titleInfo>
  <title>BEBAN GANDA PEREMPUAN PEKERJA SAWIT (STUDI KASUS DI GAMPONG COT GIREK)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Indrie Dara Vista</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena beban ganda perempuan pekerja sawit menjadi sorotan penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya di Gampong Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Perempuan tidak hanya bertanggung jawab di ranah domestik sebagai ibu dan istri, tetapi juga bekerja di luar rumah sebagai buruh harian lepas (BHL) disektor pembibitan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana mereka menjalani peran ganda tersebut, apa saja tantangan yang dihadapi, serta strategi yang digunakan untuk bertahan dalam situasi kerja yang berat. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Biddle Thomas dan  pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap perempuan buruh dan dua mandor. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan bekerja selama 6 hingga 8 jam per hari, melakukan pekerjaan seperti menyemai, menyiram, memupuk, dan mengutip brondolan. Cara perempuan memaknai pekerjaanya pun berbeda-beda tergantung dengan keadaan serta kondisi yang ada seperti sebagai bentuk sebagai waktu luang dan keadaan ekonomi keluarga yang belum tercukupi. Peran ganda ini menyebabkan kelelahan fisik dan stres, namun mereka tetap bertahan demi keberlangsungan hidup keluarga. Faktor ekonomi, minimnya pendidikan, dan terbatasnya lapangan kerja menjadi alasan utama mereka memilih bekerja di kebun. Dalam pandangan teori peran Biddle dan Thomas, perempuan mengalami konflik peran dan tekanan sosial akibat ekspektasi yang bertumpuk. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan perlindungan kerja berbasis gender dan pemberdayaan perempuan disektor informal, agar mereka mendapatkan hak dan pengakuan yang lebih adil.&#13;
Kata kunci: beban ganda, buruh harian lepas perempuan, kesejahteraan keluarga.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WOMEN WOKERS - ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>331.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704217</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 13:06:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 14:57:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>