<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704207">
 <titleInfo>
  <title>BIOMETRIK KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) HASIL TANGKAPAN DARI PERAIRAN ALUE NAGA KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SRI INTAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu komoditas penting di wilayah pesisir Aceh yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis. Perairan Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh merupakan salah satu daerah penghasil kerang darah, namun belum banyak informasi biometrik sebagai dasar pengelolaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi biometrik dan faktor kondisi kerang darah hasil tangkapan dari perairan Alue Naga. Penelitian dilakukan pada Januari 2025 dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 100 ekor kerang darah yang  diperoleh dari hasil  tangkapan nelayan. Parameter yang diamati meliputi sebaran kelas panjang dan berat, hubungan panjang berat, faktor kondisi, rasio, serta korelasi antar berat total, berat daging, dan berat cangkang. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi, serta perhitungan faktor kondisi menggunakan rumus Le Cren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas panjang dominan berada pada kisaran 35–39 mm dan bobot 19–26 gram. Korelasi terkuat ditemukan antara panjang dan lebar cangkang (R² = 0,8687) serta berat cangkang dan berat total (R² =0,9523). Pola pertumbuhan menunjukkan allometrik negatif dengan nilai faktor kondisi sebesar 1,2599. Rasio bobot daging terhadap cangkang sebesar 0,79 menunjukkan dominansi massa tubuh pada bagian cangkang. Temuan ini memberikan informasi dasar untuk mendukung pengelolaan sumber daya kerang darah secara berkelanjutan di Perairan Alue Naga.&#13;
&#13;
Kata kunci: Anadara granosa, Alue Naga, biometrik, faktor kondisi, rasio bobot.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHELLFISH - FISHING</topic>
 </subject>
 <classification>639.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704207</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 13:00:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 15:23:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>