<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704177">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS TINGKAT KERENTANAN AIRTANAH TERHADAP PENCEMARAN MENGGUNAKAN METODE GROUNDWATER OCCURRENCE, OVERLAYING LITHOLOGY, DEPTH OF GROUNDWATER (GOD) DI KECAMATAN BABAHROT DAN SEKITARNYA, KABUPATEN ACEH BARAT DAYA, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BUNGA RAMADHANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lokasi penelitian berada di Kecamatan Babahrot dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Secara geografis terletak pada koordinat 3o48’49,22” - 3o51’31,38” BT dan 96o43’7,90” - 96o45’ 50,060’’ LU dengan luas 5x5 km2. Berdasarkan peta Geologi Regional daerah penelitian tersusun atas 4 Formasi dan 1 Endapan yaitu, Formasi Babahrot (Muba), Formasi Meurah Buya (Tmm), Formasi Meulaboh (Qpm) serta Endapan Alluvium Fluviatil dan Pantai (Qh). Lokasi penelitian memiliki kondisi topografi dataran yang relatif berbukit. Daerah dengan topografi landai berpotensi menjadi tempat untuk genangan air. Selain itu, sebagian besar daerah penelitian merupakan tempat yang digunakan untuk lahan pertanian sawit yang berpotensi mencemari air karena limbah dan bahan kimia yang digunakan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi geologi dan kerentanan airtanah terhadap pencemaran menggunakan metode GOD serta melakukan pengujian kualitas airtanah secara fisik dan kimia untuk mengatahui seberapa besar airtanah di lokasi penelitian layak untuk digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi dan tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran menggunakan metode GOD serta untuk mengetahui kualitas airtanah melalui paramerer fisik dan kimia di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemetaan geologi, analisis petrografi, analisis resistivitas batuan, analisis kerentanan airtanah terhadap pencemaran dengan metode GOD serta analisis kualitas airtanah melalui parameter fisik dan kimia. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah 2 satuan batuan yaitu satuan batuan andesit Babahrot (Muba) dan satuan batuan lanau karbonatan Meurah Buya (Tmmsi) serta 3 satuan endapan yaitu satuan endapan lanau Meulaboh (Qpms), satuan endapan pasir Alluvium (Qhs) dan satuan endapan kerikil kerakal Alluvium (Qhg). Geomorfologi di lokasi penelitian tersusun atas bentuklahan struktural (S1), bentuklahan struktural (S3), bentuklahan denudasional (D1), bentuklahan denudasional (D5), bentuklahan fluvial (F1) dan bentuklahan fluvial (F5). Kondisi hidrogeologi yang terdiri dari 3 parameter yaitu kedalaman muka airtanah memiliki kedalaman 0,425 – 1,58 meter, litologi penyusun akuitar yaitu lempung, lempung pasiran dan kerikil kering serta memiliki tipe akuifer bebas dan tertekan. Kerentanan airtanah di lokasi penelitian masuk kedalam 3 kelas kerentanan yaitu rendah (0,1 – 0,3), tinggi (0,5 – 0,7) dan sangat tinggi (0,7 – 1). Berdasarkan pengujian kualitas airtanah secara fisik seperti suhu, TDS, DHL, rasa dan kekeruhan pada sumur (S-01, S-02, S-03, S-04, S-05 S-06, S-07 dan S-08) masih berada di bawah batas aman. Berdasarkan sifat fisik warna, sumur (S-01, S-02, S-03, dan S-04) berwarna kuning, sedangkan pada sumur (S-05, S-06, S-07 dan S-08) memiliki warna yang jernih. Berdasarkan pengujian secara kimia dengan hasil analisis anion dan kation pada sumur (S-02, S0-3, S-06 dan S-07) masih berada dibawah batas aman dan pengujian kimia COD pada sumur (S-01, S-02, S-03, S-04, S-05, S-06, S-07 S-08) juga masih berada dibawah batas aman, sedangkan pada pengujian BOD sumur (S-01, S-02 dan S-05) sudah melewati batas aman. Berdasarkan hasil plot dengan menggunakan diagram stiff unsur kation yang dominan yaitu Ca dan unsur anion yang dominan yaitu SO4 serta berdasarkan hasil plot pada diagram piper airtanah di lokasi penelitian masuk kedalam tipe airtanah calcium chloride.&#13;
Kata Kunci: Pemetaan Geologi, Kerentanan Airtanah, Metode GOD, Kualitas Airtanah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704177</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 11:41:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 11:54:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>