MAKNA GERAK TARI TUAK KUKUR DI SANGGAR RENGGALI KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MAKNA GERAK TARI TUAK KUKUR DI SANGGAR RENGGALI KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Halimatun Hajjah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing I
Ramdiana - 197609162006042001 - Dosen Pembimbing II
Cut Zuriana - 197801142006042002 - Penguji
Yeni Zuryaningsih - 199305312022032012 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2006102030003

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP UNSYIAH., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

792.8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Halimatun Hajjah (2025). Makna Gerak Tari Tuak Kukur Di Sanggar Renggali
Kabupaten Aceh Tengah. Skripsi Universitas Syiah Kuala. Dibawah bimbingan
Tengku Hartati , A.Pd.,M.Pd., dan Ramdiana ,S.Sn.,M.Sn.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna ragam gerak Tari Tuak Kukur di
Sanggar Renggali, Kabupaten Aceh Tengah, melalui pendekatan semiotika
Charles Sanders Peirce. Tari tradisional masyarakat Gayo ini terdiri atas 13 ragam
gerak yang masing-masing merepresentasikan nilai filosofis, sosial, ekologis, dan
spiritual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis difokuskan pada teori tanda Peirce yang
membagi tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ragam gerak Tari Tuak Kukur bersifat ikonis karena menirukan fenomena
alam dan aktivitas masyarakat, bersifat indeksikal karena memiliki hubungan
langsung dengan kehidupan sosial seperti pertanian, keluarga, dan adat, serta
bersifat simbolis karena mengandung pesan moral. Contohnya, gerak Tuk Ni Imo
sebagai ikon suara burung dekukur, Jege Jemur sebagai indeks tanggung jawab
orang tua menjaga anak gadis, serta Tuk Nimo sebagai simbol rasa syukur setelah
panen. Dengan demikian, Tari Tuak Kukur dapat dipahami sebagai sistem tanda
yang merepresentasikan hubungan erat antara manusia, alam, dan budaya Gayo.
Kata kunci: Makna Gerak Tari Tuak Kukur, semiotika Peirce, ikon, indeks,
simbol


ABSTRACT Halimatun Hajjah (2025). The Meaning of the Movements of the Tuak Kukur Dance at Sanggar Renggali, Central Aceh Regency. Undergraduate Thesis, Universitas Syiah Kuala. Supervised by Tengku Hartati, A.Pd., M.Pd., and Ramdiana, S.Sn., M.Sn This study aims to explore the meaning of the movement patterns of the Tuak Kukur Dance at Sanggar Renggali, Central Aceh Regency, through the semiotic approach of Charles Sanders Peirce. This traditional Gayo dance consists of 13 movements, each representing philosophical, social, ecological, and spiritual values. The research employs a qualitative method using observation, interviews, and documentation. The analysis focuses on Peirce’s theory of signs, which divides signs into icons, indexes, and symbols. The findings show that the Tuak Kukur Dance movements function as icons by imitating natural phenomena and community activities, as indexes by having a direct relation to social and agricultural life, and as symbols by conveying moral. For example, Tuk Ni Imo serves as an icon of the forest bird’s call, Jege Jemur as an index of parental responsibility to protect daughters, and Tuk Nimo as a symbol of gratitude after the harvest. Therefore, the Tuak Kukur Dance can be understood as a sign system that reflects the close relationship between humans, nature, and Gayo culture. Keywords: The Meaning of the Movements of the Tuak Kukur Dance, Peirce’s Semiotics, Icon, Index, Symbol

Citation



    SERVICES DESK