<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704123">
 <titleInfo>
  <title>PERAN TUHA PEUT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA BATAS GAMPONG BLANG BLADEH DENGAN GAMPONG BLANG TEUNGOH KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pattahul Yasir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji peran dan strategi Tuha Peut dalam menyelesaikan sengketa batas antara Gampong Blang Bladeh dan Gampong Blang Teungoh di Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. Kasus sengketa perbatasan gampong ini berdampak pada kehidupan sosial masyarakat kedua gampong dan berpotensi kambuh kembali jika penyelesaiannya tidak didukung kesepakatan kuat, sehingga peran Tuha Peut sangat vital. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi dan kendala tuha peut dalam penyelesaian sengketa batas gampong. Penelitian ini menggunakan teori resolusi konflik dari Ralf Dahrendorf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Tuha Peut dalam penyelesaian sengketa ini melibatkan kerja sama dengan pihak kecamatan, bertindak sebagai lembaga quasi peradilan, mengutamakan keterbukaan, menjalankan reusam gampong (hukum adat), bersikap netral/tidak memihak, serta aktif menjalin koordinasi melalui musyawarah. Meskipun demikian, Tuha Peut menghadapi beberapa kendala. Kendala tersebut meliputi kuatnya kepentingan masyarakat, benturan eksternal, dan tingkat kepatuhan masyarakat gampong yang masih rendah terhadap putusan. Hambatan lain juga sering muncul akibat benturan dengan pemerintah gampong dan tindakan pihak bersengketa yang melanjutkan kasus ke jalur hukum formal seperti polisi atau kecamatan. Secara keseluruhan, Tuha Peut memiliki peran penting dalam resolusi konflik batas gampong, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.&#13;
Kata Kunci: Peran, Tuha Peut, Penyelesaian Sengketa</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DISPUTE RESOLUTION</topic>
 </subject>
 <classification>303.69</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1704123</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 23:15:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-22 11:55:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>